Visi Baru Anggaran Trump: Militer Jadi Prioritas, Jaring Pengaman Sosial Terpangkas

Kesibukan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln tengah menyiapkan serangan atas Iran. Foto: @CENTCOM
Trump prioritaskan belanja militer dan keamanan perbatasan dalam anggaran fiskal 2027.
bacalah.id- Presiden Trump kini tengah merombak wajah pemerintahan federal Amerika Serikat melalui usulan anggaran fiskal 2027 yang sangat kontras.
Langkah ini mencerminkan ambisi besar untuk mengalihkan arus kas negara dari sektor kesejahteraan sosial menuju penguatan militer dan keamanan perbatasan. Meskipun ada upaya pemangkasan jumlah pegawai federal serta penghapusan subsidi kesehatan tertentu, strategi fiskal ini ternyata belum mampu menekan angka defisit nasional yang terus membayangi perekonomian Amerika.
Pada tahun pertama kembalinya ke Gedung Putih, Trump bersama faksi Republik sebenarnya telah mengambil langkah signifikan untuk mengurangi pengeluaran. Kebijakan tersebut mencakup peningkatan tarif impor secara tajam dan penghapusan lebih dari 200.000 posisi pekerja federal dari daftar gaji pemerintah. Melalui undang-undang yang ia sebut sebagai “satu undang-undang besar yang indah,” Trump berhasil memangkas proyeksi belanja untuk program Medicaid serta bantuan nutrisi bagi masyarakat kurang mampu.
Namun, penghematan tersebut langsung terhapus oleh kebijakan di sisi lain neraca keuangan. Pemerintah justru memperpanjang pemotongan pajak yang seharusnya berakhir pada 2025 dan menambah insentif baru bagi investasi bisnis serta pekerja sektor jasa. Selain itu, ratusan miliar dolar dialokasikan untuk penegakan hukum imigrasi dan penguatan militer. Situasi ini diperparah oleh konflik di Iran yang menuntut biaya besar guna mengisi kembali cadangan senjata nasional.
Sebagaimana dikutip dari WSJ.com, Minggu (5/4/2026), visi anggaran ini secara eksplisit menunjukkan pergeseran peran pemerintah federal dalam kehidupan warga. Trump menekankan bahwa tanggung jawab atas layanan sosial seperti penitipan anak seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada negara bagian.
“Kita harus menjaga satu hal: perlindungan militer. Kita harus menjaga negara,” tegas Trump dalam sebuah pernyataan yang menyoroti fokus utamanya pada sektor pertahanan. Anggaran fiskal 2027 ini pun secara resmi mengusulkan kenaikan belanja pertahanan sebesar 42% , berbanding terbalik dengan penurunan belanja non-pertahanan sebesar 10%.
Di sektor pendapatan, Trump terus berupaya mendorong skema tarif tinggi sebagai pengganti pajak penghasilan, meskipun para analis meragukan kecukupan matematis dari impor barang untuk menutupi lubang pajak tersebut.
Di tengah skeptisisme ini, Wakil Presiden JD Vance ditugaskan memimpin satuan tugas pemberantasan penipuan yang diklaim mampu menyeimbangkan anggaran. Namun, dengan total belanja negara mencapai US$ 7,45 triliun dan defisit US$ 1,85 triliun dolar tahun ini, klaim tersebut dianggap mustahil oleh para pakar ekonomi dari kedua belah pihak.
Kondisi fiskal Amerika Serikat kini berada pada titik yang mengkhawatirkan karena utang publik mendekati 100 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Bobby Kogan dari Center for American Progress menyebut fenomena ini sebagai “pembayangan ulang besar-besaran atas peran pemerintah federal.”
Dengan tetap menjaga anggaran Social Security dan Medicare agar tidak tersentuh demi stabilitas politik, Trump justru membiarkan penggerak utama defisit jangka panjang tetap aktif, sehingga tantangan ekonomi AS diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir masa jabatannya.
#EkonomiAS #AnggaranTrump #PolitikAmerika #DefisitNegara #MiliterAS #KebijakanFiskal











