July 17, 2026
GAYA HIDUP HEADLINE

Usung Desain Menawan, Sackai Bags Optimistis Produknya Diterima Pasar

Elvy   Yusanti
  • March 31, 2022
  • 4 min read

Myterakota – Merespons pasar dengan karya-karya berkualitas menjadi kunci sukses langgengnya sebuah bisnis. Ditopang kekuatan marketing digital, brand lokal Sackai Bags optimistis produknya mampu bersaing baik di pasar dalam maupun luar negeri.

Di tengah menjamurnya produk fashion UMKM, founder dan desainer  Sackai Bags, Toto Prastowo percaya diri tas kanvas yang diproduksi bersama istrinya, Presi Mandari, bisa diterima pasar. Kuncinya dengan terus-menerus berinovasi di tengah era digital saat ini.

Myterakota menyambangi workshop Sackai Bags di bilangan Jakarta Selatan, belum lama ini. Workshop, yang juga sekaligus tempat tinggal Toto dan Presi ini menjadi rumah kreatif untuk menciptakan desain dan model tas masa kini sesuai kebutuhan konsumen. Toto menegaskan, kekuatan produk yang dihasilkan selain pada desain juga kualitas bahan yang dipilih. Selain itu, goresan desain yang unik menjadi ciri khas Sackai Bags. “Desain kami mengadaptasi hewan, tumbuhan, seni grafis Jepang, suasana kota dan ada juga adaptasi lukisan Van Gogh. Dibuat dengan detail dengan kualitas yang terjaga,” ujar Toto.

Dalam proses pembuatan tas kanvas yang diawali 2014 lalu, Sackai memang berkomitmen membuat karya yang berbeda. Memiliki ciri khas, detail, dan tetap menjaga kualitas, tak kalah dibandingkan produksi tas sejenis dari brand terkemuka. “Memunculkan karakter di Sackai Bags menjadi konsern kami. Selain mengadaptasi selera pasar, kami juga tidak berhenti melakukan eksplore dengan desain yang segar yang bisa diaplikasikan di atas kanvas,”terang Toto.

Sackai Bags memproduksi aneka tas kanvas dengan style, desaindan corak warna yang menarik. Karyanya memiliki identitas tersendiri, ditambah produknya yang berkualitas sehingga Sackai cepat dikenal. Pasangan ini juga berhasil membawa Sackai pameran ke New York, Amerika Serikat  tahun 2018-2019 lalu difasilitasi Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

BACA JUGA  Tinggalkan Karir di Bank, Sukses Produksi Tas dan Suvenir

Toto mengemukakan, pameran internasional yang membawa nama Indonesia ini tentu membanggakan sekaligus membuktikan bahwa brand lokal bisa berkibar di luar negeri. “Kami tidak pernah berpikir soal persaingan. Tapi bagaimana kreativitas menemukan ceruknya masing-masing. Yang terpenting konsistensi sehingga karya kita memiliki ruh sendiri,” ungkap Toto.

Andalkan Digital Marketing

Produk yang berkualitas harus dibarengi dengan pemasaran yang baik. Di era digital seperti saat ini, media sosial menjadi tumpuan bisnis untuk berkembang secara luas.   “Sejak awal Sackai bertumpu pada platform digital. Tahun 2014 kami launching melalui FB lalu berkembang melakukan pemasaran menggunakan Instagram,” ungkap Presi.

Sejalan dengan perkembangan usaha yang dikelolanya, Sackai membangun website dan kerjasama dengan marketplace untuk memasarkan produknya. Presi mengakui, di awal membangun Sackai, ia  tidak memiliki pengetahuan memasarkan menggunakan media sosial, bagaimana membuat konten menarik, menarik trafik agar produksi memiliki viewer banyak.

“Kuncinya banyak belajar dan bisa beradaptasi dengan media sosial. Misalnya berapa kali harus posting, dll. Karena strategi agar produk kita diperhatikan selalu berubah setiap saat,” jelas Presi. Dalam perjalanannya, Presi lebih serius dalam mengelola penjualan melalui media digital baik melalui foto atau video. Setidaknya, ungkap Presi, penguna media tertarik dengan bertanya berapa harganya dan menggunakan bahan apa. Diakuinya, bagian yang menjadi tantangan adalah meyakinkan pembeli bahwa produk Sackai layak dijadikan koleksi.  

“Servis kepada pembeli juga menjadi konsern kami. Memberikan garansi semisal  ada tali yang putus kami perbaiki, atau ada kesalahan membaca dimensi bisa di retur. Tapi hal-hal seperti ini sangat jarang terjadi. Kami ingin pembeli Sackai happy mengenakan produk kita,” kata  Presi.

Mengelola pemasaran secara digital membutuhkan skill tersendiri. Selain itu, Presi juga menggunakan peluang beriklan di media sosial untuk menarik pembeli. “Sackai tidak melakukan marketing dengan pendekatan agresif. Dengan beriklan di media sosial menurut kami lebioh efektif karena mensasar pembeli yang memang menjadi target market kami,” ujarnya.

BACA JUGA  Tinggalkan Karir di Bank, Sukses Produksi Tas dan Suvenir

Belum lama ini, Sackai Bags mendapat apresiasi dari sebuah bank pelat merah sebagai best expo online brilliant preneur. Produk craft nomor satu yang berhasil mengemas produknya secara baik di ajang pameran online yang digelar di masa pandemi. Sebelumnya, Sackai juga dipercaya mengikuti ekspo di Dubai selama 6 bulan atas undangan Kementerian Tenaga Kerja.  “Ketika membuat produk pastikan kualitasnya baik, desainnya menarik, dan juga kuat. Jika itu terpenuhi, pasar secara  otomatis akan bersinergi dengan produk kita,” ungkap Presi.

Baik Toto maupun Presi percaya, bekerja dalam industri kreatif memiliki peluang sangat luas untuk berkembang.  Meskipun diakui mereka, proses yang dilalui untuk sampai di titik saat ini cukup berat.  “Proses, ketekunan berkarya dan selalu menambah ilmu dan wawasan tidak boleh kita lupakan. Di sinilah dinamikanya. Tipsnya, lakukan bisnis sesuai dengan yang kita suka. Dengan begitu kita akan selalu tertantang untuk menciptakan inovasi,” papar Toto.

Saat ini, Sackai Bag tengah mempersiaplan teknik baru yakni cetak cungkil setelah sebelumnya mengusung cetak saring/sablon. Cetak cungkil mendesain di atas kayu kemudian ditransfer ke kanvas. Ini adalah tahun ke-8 Sackai Bags berkarya memenuhi kebutuhan pasar tas kanvas, dengan harapan karyanya makin luas diterima pasar.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *