May 8, 2026
BERITA HEADLINE NEWS UPDATE WISATA

Nggak Viral, Empal Gentong Stasiun Cirebon Ini Maknyus dan Wajib Coba

Elvy   Yusanti
  • June 4, 2024
  • 3 min read
Empal Gentong Stasiun Cirebon, rasanya maknyus menggoyang lidah. Foto: Elvy Yusanti

bacalah.id – Berburu makanan khas daerah yang kita kunjungi wajib masuk list jika bepergian ke luar kota. Selain mengunjungi objek wisatanya, mencicipi makanan di daerah yang kita kunjungi yang merupakan cermin kearifan lokal bisa memunculkan perasaan makin cinta pada budaya Indonesia

Cirebon adalaj kabupaten ini berada di ujung bagian timur Provinsi Jawa Barat. Daerah berjuluk Kota Udang  ini menyimpan sejarah perkembangan Islam di Tanah Jawa.  Kota ini memiliki banyak makanan khas yang memanjakan perut dan lidah, di antaranya Empal Gentong.

Secara umum, Empal menujuk pada lauk daging sapi goreng dengan bumbu rempah. Namun Empal Gentong khas Cirebon ini mirip gulai alias berkuah. Makanan satu ini boleh dibilang maestro kuliner Cirebon. Bisa disantap dengan nasi atau lontong.

Empal Gentong dan Nasi Lengko H. Apud, Jalan Juanda, Cirebon. Foto: Elvy Yusanti

Pekan lalu bersama sahabat saya Indahsari, berkunjung ke Cirebon menginap satu malam. Menumpang kereta api dari Stasiun Senen pukul 10:30 wib, kami tiba di Stasiun Cirebon Kejaksan pukul 13:30 wib pas perut keroncongan. Setelah bertanya pada petugas di stasiun kami masuk Kedai Empal Gentong Stasiun yang terletak persis di seberang Stasiun Cirebon.

Sempat membatin, warungnya nggak terkenal dibanding Empal Gentong Mang Darma atau H. Apud, jangan-jangan kurang enak ? Sebelumnya saya belum pernah makan Empal Gentong, sering mendengar namanya saya. Dalam pikiran saya yang namanya empal ya daging goreng. Tapi sempat juga berpikir, kalau emang daging kering kok ditaruh dalam gentong ? “Hmm, mungkin empalnya disiram pakai kuah yang ditaruh dalam gentong ? hehehe

Kami memesan dua porsi masing-masing Empal Gentong Daging dan yang campur (daging dan jerohan). Menu Empal Gentong tersaji saat perut lapar, kuahnya panas, aroma rempahnya yang kuat tercium harumnya. Saat sruputan pertama, saya dan Mbak Indah berpandangan. “Enak,” ucap kami serempak.

BACA JUGA  Pengen Tahu Campur Tapi Susah Cari yang Jual? Bikin Sendiri Yuk!

Kuahnya agak keruh kecoklatan, santannya tidak kental dan tidak encer, bumbunya medok kalau istilah orang Betawi. Komposisi bumbu dan rempahnya selaras, ditambah dagingnya empuk  membuat Empal Gentong Stasiun ini layak coba jika berkunjung ke Cirebon.

Sedapnya Empal Gentong ini juga pengaruh dari cara memasaknya yakni menggunakan kayu bakar. Untuk porsi besar Empal Gentong dengan isian daging yang banyak  dibandrol Rp 30.000.  Selain menu Empal Gentong yang bersantan, kedai ini juga menyediakan Empal Gentong Asam yang kuahnya bening dengan campuran Blimbing Wuluh dan Sate Kambing dan Daging.

Empal Gentong H. Apud selalu ramai, pegawainya banyak dan pelayanannya cepat. Foto: Elvy Yusanti

Hari ke 2 di Cirebon, kami menyempatkan  berkunjung ke  Empal Gentong H. Apud pusat di Jalan H. Juanda Kecamatan Tengah Tani Cirebon. Selaoin makan, kami ingin membawa untuk oleh-oleh. Kami memesan Empal Gentong dan Nasi Lengko yang juga salah satu makanan khas Cirebon.

Warung H. Apud terletak di pinggir jalan raya besar, pengunjungnya tidak pernah sepi, datang silih berganti. Kapasitas ruangan yang disediakan luas dan bisa untuk menjamu pengunjung untuk keperluan berbagai acara. Selain itu, pilihan menunya banyak dan pelayanannya cepat. Tidak lama menunggu, pesanan kamipun terhidang. Porsi Empal Gentong H. Apud lebih sedikit tapi harganya lebih murah, kuahnya kekuningan dan aroma rempahnya tidak terlalu kuat. Jika Empal Gentong Stasiun hanya menyediakan cabai bubuk sebagai sambal, Empal Gentong H. Apud menyiapkan sambal hijau.

Jika kita search di mesin pencarian Empal Gentong Cirebon, Warung Empal Gentong Stasiun ini masuk list terbawah di antara nama-nama terkenal lainnya. Dibanding warung H. Apud yang ramai, pengunjungnya lebih sedikit. Sebelum meninggalkan Kota Cirebon Minggu (2/4/2024) sore, kami mampir lagi ke Empal Gentong Stasiun, membeli beberapa porsi sebagai oleh-oleh. Suka / tidaknya kita pada satu makanan memang tergantung selera. Tapi pembaca pasti setuju, warung makanan yang nggak  viral belum tentu  masakannya nggak enak, demikian juga sebaliknya.  ***

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *