April 15, 2026
BERITA HEADLINE INTERNASIONAL PILIHAN

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga Kompensasi Perang Dibayar

  • April 6, 2026
  • 2 min read

bacalah.id – Seorang pejabat Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga kompensasi atas kerusakan akibat perang dibayarkan. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyatakan tengah menyelesaikan persiapan operasional untuk menciptakan “tatanan baru di Teluk Persia”. Pernyataan tersebut menekankan bahwa perubahan di kawasan ini akan bersifat permanen, “terutama bagi Amerika dan Israel”.

Pada Minggu malam, Deputi Komunikasi Kantor Presiden Iran, Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei, menyampaikan sikap resmi Iran melalui akun X (Twitter). Ia merespons ultimatum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mendesak pembukaan kembali jalur tersebut.

Dalam pernyataannya seperti dikutip Jerusalem Post, Senin (6/4/2026), Tabatabaei menilai Trump “bertindak karena keputusasaan…hingga menggunakan kata-kata kasar dan retorika emosional”. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali jika “kerusakan akibat perang yang dipaksakan telah sepenuhnya dikompensasi melalui sebagian pendapatan dari biaya transit”.

Saat ini, Iran masih mengizinkan sejumlah kapal non-Iran melintasi Selat Hormuz secara terbatas dengan mengenakan biaya transit yang dapat mencapai jutaan dolar untuk beberapa kapal tertentu.

Di sisi lain, Irak melalui badan pemasaran minyak negara, State Organization for Marketing of Oil (SOMO), meminta para pelanggannya untuk segera mengirimkan jadwal pengangkutan minyak mentah dalam waktu 24 jam. Permintaan ini muncul setelah laporan bahwa Iran memberikan pengecualian bagi Irak untuk tetap melintasi Selat Hormuz.

Dalam dokumen tertanggal 5 April, SOMO menyatakan, “Kami mendesak perusahaan Anda untuk mengirimkan jadwal pengangkutan dalam waktu 24 jam guna memastikan kelancaran proses, termasuk nominasi kapal dan volume kontrak sesuai ketentuan yang berlaku.”

SOMO juga menegaskan bahwa seluruh terminal pemuatan, termasuk Basrah Oil Terminal, tetap beroperasi normal dan siap menjalankan seluruh kontrak tanpa hambatan.

Pemulihan ekspor minyak diharapkan dapat membantu Irak meningkatkan produksi setelah sebelumnya anjlok hingga sekitar 800.000 barel per hari pada bulan lalu. Namun demikian, pelaku pasar masih meragukan kesiapan pemilik kapal tanker untuk memasuki kawasan Teluk, mengingat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang masih berlangsung.


About Author

Kirana Ho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *