April 19, 2026
BERITA INTERNASIONAL PILIHAN

1.000 Rumah di Tel Aviv Ditinggalkan Penghuni, Hancur Akibat Serangan Iran

  • April 19, 2026
  • 2 min read
Kawasan ibu kota Israel, Tel Aviv, yang hancur akibat serangan rudal balasan dari Iran, setelah serangan Israel dan AS atas Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Foto: X tangkapan layar @GBX_Press

bacalah.id — Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, mengungkapkan dampak kerusakan fatal akibat perang baru-baru ini yang melibatkan Iran dan Israel.

Melalui pernyataan yang dikutip oleh Saluran 12 Israel, Huldai menyebutkan bahwa lebih dari 1.000 unit apartemen di Tel Aviv kini berada dalam kondisi tidak layak huni, dan ditinggalkan para penghuninya.

Kerusakan masif tersebut merupakan dampak langsung dari serangan rudal serta drone Iran yang menghantam pusat-pusat pemukiman selama masa konflik berlangsung.

Konflik bersenjata ini bermula pada 28 Februari 2026, ditandai dengan serangan balasan Teheran terhadap kota-kota besar Israel setelah wilayah Iran mendapatkan gempuran skala besar.

Selama masa pertempuran, sejumlah rudal dan serpihan dari upaya intersepsi pertahanan udara jatuh menghantam bangunan di wilayah Tel Aviv, Ramat Gan, hingga Bnei Brak. Insiden ini tidak hanya menyebabkan kerusakan ekstensif pada infrastruktur dan kendaraan, tetapi juga merenggut nyawa serta melukai puluhan warga sipil.

Berdasarkan laporan yang dikutip Anadolu pekan ini, pejabat Israel memperkirakan biaya perang selama 40 hari melawan Iran dan Lebanon telah menelan biaya sekitar US$ 17,5 miliar, atau setara dengan Rp 297,5 triliun (kurs rupiah Rp17.000 per dolar AS).

Angka fantastis tersebut belum mencakup biaya rekonstruksi jangka panjang atau kerugian ekonomi akibat penutupan sebagian aktivitas bisnis selama masa peperangan. Data dari Otoritas Pajak Israel menunjukkan hampir 30.000 warga telah mengajukan klaim ganti rugi, mencakup belasan ribu bangunan dan ribuan unit kendaraan serta peralatan yang hancur.

Terkait kompensasi bisnis, situs ekonomi Calcalist melaporkan bahwa perang sebelumnya pada Juni lalu telah menghabiskan biaya sekitar 3 miliar shekel. Sementara itu, Kementerian Keuangan memperkirakan biaya kompensasi untuk periode perang 28 Februari hingga 8 April 2026 akan membengkak hingga mencapai 6,5 miliar shekel.

Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 setelah pembicaraan di Pakistan, situasi tetap tegang karena kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang secara permanen belum tercapai sepenuhnya.

“Lebih dari 1.000 apartemen di Tel Aviv tidak lagi layak untuk ditinggali,” tegas Ron Huldai dalam wawancaranya.

Pernyataan ini mempertegas betapa parahnya skala kerusakan yang harus dihadapi oleh pemerintah kota di tengah ancaman runtuhnya gencatan senjata. Jika perdamaian sementara ini gagal bertahan, laporan media menyebutkan bahwa Israel tengah bersiap untuk melakukan serangan balasan ke fasilitas energi jika eskalasi kembali memuncak di masa mendatang, demikian diberitakan MiddleEastMonitor.com, Minggu (19/4/2026).

About Author

Kirana Ho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *