Myterakota – Hari Jumat pekan lalu menyempatkan berkumpul dengan teman-teman lama, Fajar, Sudrajat, Fitri dan Woro. Kali ini, Bajawa Flores NTT Kafe yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok jadi pilihan. Nama Flores disematkan karena kedai ini hendak mengangkat daerah di NTT ini sebagai ikon. Interior bagian teras dan lobi kedai yang selalu ramai ini bernuansa Flores. Ada lukisan dinding, ornamen, dan sudut yang dipenuhi kain tenun khas NTT yang juga dijual. Dan juga aneka jenis kopi asal Flores yang dikemas cantik yang juga dipajang di area ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Memasuki kedai kopi ini kita akan menemukan suasana bangunan mirip gedung bioskop. Ada lobi, lalu masuk ke ruangan dalam dengan menaiki anak tangga pengunjung dihadapkan pada bangunan yang luas. Di bagian kanan dan kiri dipenuhi tempat duduk yang menghadap ke ruang pemesanan makanan dan kasir. Yah, memang bangunan Bajawa Flores NTT ini adalah bekas bioskop Pancoran Mas. Sebelum menjadi kedai kopi, bangunan ini pernah difungsikan sebagai gereja.
Malam itu, parkiran kedai yang didominasi motor terlihat penuh. Dari suasana yang dibangun, kedai ini memang diperuntukkan untuk anak-anak muda. “Wah, kayaknya kita salah pilih tempat nih,” kata Sudrajat, karib saya yang datang paling akhir berseloroh. Sekitar pukul 19:00 wib meja dan kursi sudah penuh. Beruntung saat saya tiba, teman saya Fitri dan Woro sudah di depan meja pemesanan. Jadilah saya nebeng pesan dan bayar makanan. Saya memilih menu paling simple, Burger dan Ice Lemon Tea plus madu.

Kami menuju kursi yang masih kosong, di teras depan kedai. Sudah ada Fajar yang ditemani istri dan anaknya menyantap Ubi Goreng dengan saus keju. Seperti biasa, kamipun larut dalam obrolan seru seputar dunia media, isu politik menjelang 2024 dan guyonan receh yang mengocok perut.
Serba Pedas
Bajawa Flores NTT yang mengusung konsep etnik untuk menarik anak-anak muda, mengingatkan mereka, bahwa di tengah gempuran kedai berkonsep asing, ada Bajawa Flores yang mengusung nuansa Indonesia. Meskipun tidak sepenuhnya nuansa Flores tergambar di menu kedai ini, setidaknya, pengunjung tahu, Flores adalah kekayaan Indonesia yang sarat dengan potensi daerahnya yang jadi kebanggaan.
Meski pengunjung berjubel, makanan yang dipesan nggak lama sudah tersaji di meja, diantar pelayannya yang ramah-ramah. Saya segera mencicip burger pesanan karena perut sudah keroncongan, dan ternyata sausnya pedas. Fitri yang memesan Spaghetti dan Woro yang memilih menu Toast untuk malan malam ternyata juga kepedesan seperti saya. Makanan yang disajikan di Bajawa cukup enak, variannya pun cukup banyak. Mulai dari makanan berat, ada cake dan juga cemilan ringan. Demikian juga dengan minumannya, banyak pilihan dan rasanya ok. Harganya antara Rp 25 ribu hingga Rp 65 ribu.

Selain makanan western seperti Smoked Chicken Rice, Katsu Chicken juga ada Sei Rendang Sauce, Rawon Beef Sauce, Gulai Beef Sauce, Sei Matah Rice dan Sei Padang Rice. Sementara untuk minumannya, ada Floressien Cinnamon, Ende Honey Lemon, dan masih banyak lagi.
Yang istimewa dari kedai ini adalah pilihan makanan dan minumannya bervariasi, cocok untuk anak-anak muda. Sementara buat saya, terlalu banyak pilihan malah jadi bingung, jadi pilih menu simple dan yang pas di lidah.

Oiya, setiap hari Bajawa Flores menyajikan live music khas anak-anak muda. Ada space yang difungsikan sebagai panggung di lantai atas persis di meja pemesanan makanan dan kasir. Beberapa pengunjung tampak berjoged menikmati alunan musik di lantai bawah persis di depan panggung. So far cukup puas kongkow di Bajawa Flores Depok. Guys, kita nongkrong kemana lagi ya ?











