April 19, 2026
HEADLINE INTERMEZO

Pengen Kongkow Asyik di Depok? Ya ke Chanda Coffee

Elvy   Yusanti
  • March 16, 2022
  • 2 min read

Myterakota  –  Menjamurnya usaha kuliner termasuk kedai kopi akhir-akhir ini membawa angin segar perkembangan UMKM di Tanah Air.  Menciptakan  varian makanan dan minuman kekinian yang diincar para pemburu kuliner menjadi hal terpenting yang harus selalu diupdate.

Chanda Coffee and Tea adalah salah satu dari sekian banyak kedai kopi yang mengambil bagian dari maraknya usaha kuliner. “Saya memulai membuka kedai kopi pada April 2018, setelah pensiun dini dari salah satu stasiun TV swasta,” ungkap Ahmad Zainuddin atau yang akrab disapa Didin kepada Terakota.com, Minggu (13/3).

Didin memang memiliki passion di dunia perkopian. Jauh sebelum membuka kedai di Jalan Raya Sawangan, Depok, ia sudah memiliki kemampuan mengolah kopi. Maka ketika ada kesempatan pensiun dini, ia tak berpikir panjang untuk menerima dan membuka kedai kopi yang awalnya bernama Kopi Cat. Seiring berjalannya waktu, ia mengubah nama menjadi Chanda yang dalam bahasa sansekerta berarti nyanyian suci.

“Ide nama Chanda saat saya  berkunjung ke kebun kopi di Temanggung. Chanda juga berarti  bulan dalam Bahasa Arab. Jika semua digabung berarti wanita suci dari bulan. Makna nama Chanda merujuk pasa ibu dan istri yang selalu mensupport usaha saya, ” kata Didin.

Kedai Kopi Keluarga

Didin mengusung konsep nongkrong santai di kedai yang ia bangun. Keluarga adalah sasaran utama kedai yang menyajikan menu andalan  Kopi Cat, kopi ekspreso yang diramu dengan susu dan gula aren.  Menu lain yang banyak dipesan adalah Dimsum Mentai dan Burger.  “Pelanggan kami keanyakan keluarga karena memang tempatnya nyaman. Selain itu juga untuk ajang reuni dan meeting,” ungkap Didin yang sebelumnya berprofesi sebagai cameramen.

Harga menu-menu di kedai ini mulai Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Untuk menarik pembeli Didin selalu mengupdate menu-menu di Chanda Coffee and Tea. Saat Es Kepal Milo sedang booming, menu ini masuk dalam list dan banyak diminati.

Eksis di Tengah Pandemi

Dalam mengelola usahanya Didin dibantu 3 karyawan.  Ia juga tak segan-segan langsung turun ke dapur bahkan melayani pelanggan khususnya saat weekend yang ramai pengunjung.  Seperti halnya usaha kuliner yang lain,  pandemi membawa imbas pada keberlangsungan  Chanda Coffee and Tea. “Alhamdulillah kita berhasil melewati lubang jarum. Sempat sepi dan penjualan anjok hingga 50 persen lebih, kini sudah mulai ramai,” ungkapnya.

Meski kedai kopi menjamur, Didin optimistis usaha yang ia kelola akan berkembang lebih maju. “Obsesi saya, usaha ini bisa membuka lebih banyak lagi lapangan kerja,” pungkas Didin.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *