May 30, 2026
BERITA NEWS UPDATE PERENCANAAN KEUANGAN

RI Target Ekspor Bumbu dan Rempah Capai US$2 Miliar di 2024

  • November 28, 2022
  • 3 min read

Ilustrasi bumbu dan rempah. Foto: Wikimedia Common

bacalah.id – Pada Januari-September 2022, ekspor industri makanan dan minuman (mamin) mencapai US$35,99 miliar, meningkat pesat dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar US$12,76 miliar. Selain itu, investasi pada industri mamin pada Triwulan II – 2022 mencapai Rp41,37 triliun, dan mampu menyerap tenaga kerja tidak kurang dari 5,5 juta orang.

“Berbagai kebijakan telah digulirkan pemerintah untuk mendorong ekspor dan jaminan ketersediaan bahan baku dari sisi suplai (supply side) melalui peningkatan daya saing dan produktivitas industri. Di samping itu, untuk sisi permintaan (demand side), kami mendukung perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan,” ujar Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika di Jakarta, Senin (28/11).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan ekspor bumbu masakan dan rempah melalui program “Spice Up the World” dan pengembangan restoran Indonesia di luar negeri. Adapun target program tersebut hingga tahun 2024 yaitu peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi US$2 miliar serta hadirnya 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.

Melalui program tersebut, diharapkan industri cooking aid dapat memanfaatkan rantai produksi global dengan terus meningkatkan inovasi produk, packaging dan branding sehingga produk makanan dan minuman yang diproduksi di tanah air dapat diterima oleh pasar dunia.

Industri cooking aid (bumbu masak) seperti kecap, sambal, saus tomat dan bumbu masakan merupakan salah satu jenis yang yang memiliki neraca perdagangan positif. Pada tahun 2022 (Januari-September), ekspor cooking aid Indonesia mencapai US$175,8 juta, sementara impor produk sejenis senilai US$90,5 juta.

Produk unggulan ekspor cooking aid Indonesia didominasi oleh bumbu masak dan kecap, sementara untuk produk saus dan olahannya masih cukup besar nilai impornya. Saat ini Indonesia masih berada di posisi ke-15 untuk negara eksportir cooking aid di dunia. “Dengan kekayaan bahan baku rempah dan keragaman bumbu masak Indonesia, ini tentu menjadi potensi untuk terus ditingkatkan ekspornya,” jelas Putu.

Salah satu perusahaan industri cooking aid minuman kemasan PT Heinz ABC Indonesia hari ini (28/11) melakukan peresmian ekspansi pabriknya di Karawang, Jawa Barat.  Perusahaan dengan merek dagang ABC tersebut menambah investasinya sebesar Rp1,2 triliun untuk line produksi di Karawang Plant. Dengan penambahan investasi tersebut, total investasi di Karawang Plant menjadi Rp2 triliun.

“Penambahan investasi ini tentunya sangat penting dan merupakan kabar baik dalam upaya menggerakkan kembali ekonomi nasional melalui penyediaan lapangan kerja dan memberikan kesempatan serta manfaat bagi usaha kecil, koperasi, juga usaha pendukung lainnya agar dapat berkembang bersama,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Sekjen Kemenperin) Dody Widodo saat mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada seremoni perluasan pabrik PT Heinz ABC Indonesia tersebut.

About Author

Kirana Ho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *