May 29, 2026
BERITA HEADLINE NEWS UPDATE

Gempa Magnitudo 6,4 di Garut Tak Berpotensi Tsunami

  • December 3, 2022
  • 2 min read

Ilustrasi gempa yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu.

bacalah.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan telah terjadi gempa berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Garut (Selatan Garut), Jawa Barat, Sabtu (3/12/2022). Guncangan terjadi pada pukul 16.49 WIB, dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam pernyataannya menyebut, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,1, dan episentrum gempa terletak pada koordinat 7,44 derajat lintang selatan,107,51 derajat bujur timur, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Mekarmukti, Garut, Jawa Barat pada kedalaman 109 km.

Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” ujarnya Sabtu (3/12/2022).

Gempa dirasakan di daerah Garut dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Soreang, Kopo, Kalapanunggal, Sumur, Ciamis, Tasikmalaya dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan dalam rumah seakan sebuah truk sedang berlalu).

Berikutnya getaran terasa di Sumedang, Lembang, Pamoyanan, Panimbang, Cikeusik, Labuan, Purworejo, Bantul, Kulonprogo dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang dengan goyangan pada benda-benda ringan yang digantung).

Di Cikembar, Cugenang, Palabuhan Ratu, Bandung, Bogor, Cilacap, Sawarna, Cireunghas, Bojong, Yogyakarta, Wonosobo, Karangkates, Trenggalek getaran terasa dengan skala intensitas II MMI, yang dianalogikan dengan goyangnya benda-benda ringan yang digantung.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono.

Hingga pukul 17.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Masih menurut Daryono, sebelum memasuki rumah tinggal, masyarakat diminta memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal agar cukup tahan gempa, atau tidak mengalami kerusakan akibat getaran yang membahayakan kestabilan bangunan.

About Author

Kirana Ho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *