BULOG: Pasokam Beras Impor Jamin Stabilitas Harga

bacalah.id – Dirut Perum BULOG Budi Waseso memastikan harga beras di pasaran stabil setelah stok cadangan beras impor tiba hari ini.
Hal ini disampaikan Budi Waseso saat meninjau pembongkaran perdana kedatangan beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) bersama Menteri Perdagangan, Kepala Badan Pangan Nasional dan beberapa stakeholder terkait hari ini.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan jumlah beras yang akan diimpor sebanyak 500.000 ton yang akan masuk secara bertahap sampai dengan Februari atau sebelum panen raya.
“Sebenarnya tidak ada yang ingin impor jika stoknya cukup, tetapi beberapa bulan terakhir harga beras meroket dan stok BULOG untuk operasi pasar makin berkurang sehingga dibutuhkan segera stok dari luar negeri untuk meredam kenaikan harga,” kata Zulkifli Hasan.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan, impor beras ini bukan keinginan BULOG melainkan hasil keputusan dia kali Rakortas.
“Beras impor ini akan digelontorkan dalam rangka menghadapi Natal dan Tahun Baru sehingga tidak ada gejolak harga” kata Arief.
Selanjutnya Budi Waseso menambahkan, sampai dengan akhir Bulan Desember 2022 akan masuk beras impor sebanyak 200.000 ton melalui 14 titik pelabuhan di Indonesia yaitu Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe (Aceh), Belawan (Medan), Dumai (Riau), Teluk Bayur (Padang), Boom Baru (Palembang), Panjang (Lampung), Tanjung Priok (Jakarta), Merak (Banten), Tanjung Perak (Surabaya), Tenau (Kupang).
“Alhamdulillah hari ini BULOG mendapat tambahan stok cadangan beras sebanyak 10.000 ton untuk kapal impor perdana dari Vietnam yang baru tiba. Sebanyak 5.000 ton di Tanjung Priok dan 5.000 ton di Merak. Selanjutnya, dari Vietnam, Thailand, Pakistan dan Myanmar yang kapalnya sudah antri akan bersandar, ” kata Budi Waseso.
Kebijakan pengadaan beras dari luar negeri semata-mata untuk memperkuat cadangan beras nasional dan tidak akan mengganggu beras petani. Hal ini hanya dilakukan pada kondisi tertentu seperti penanggulangan bencana dan intervensi harga jika diperlukan.











