May 31, 2026
BERITA FINANSIAL HEADLINE

Memberdayakan UKM Indonesian Melalui SaaS

  • February 1, 2023
  • 10 min read

bacalah.id – Adopsi SaaS telah berkembang dengan baik untuk berbagai UKM. Untuk terus berkembang, mengambil pangsa pasar, melakukan pekerjaan hibrida atau jarak jauh, mempekerjakan lebih banyak orang, dan melakukan vertikalisasi operasi ke industri khusus mereka, menurut Statista, wilayah Asia Tenggara diproyeksikan mencapai US$29,70 miliar pada tahun 2022 untuk pendapatan dalam Perangkat Lunak sebagai sebuah segmen Layanan. Rata-rata pengeluaran per karyawan di segmen perangkat lunak sebagai layanan diproyeksikan mencapai US$5,46 pada tahun 2022. Hal ini menggembirakan dari sudut pandang vendor SaaS karena menunjukkan bahwa perusahaan pasar menengah memiliki dorongan dan komitmen yang sama di cloud, personalisasi dan kustomisasi, the Future of Work, dan area lain sebagai perusahaan besar. Namun, di pasar menengah, ukuran memang penting.

Terdapat berbagai alasan mengapa UKM memutuskan untuk berinvestasi pada solusi SaaS. Melalui solusi SaaS, UKM dapat memanfaatkan proses go-to-market dengan lebih mudah menggunakan solusi teknologi yang sudah tersedia. Selain itu, integrasi dengan solusi yang digunakan oleh bisnis saat ini, juga telah dilakukan di sebagian besar solusi SaaS. Hal ini menjadikan proses adopsi lebih mulus. Solusi SaaS juga sebaiknya berbasis cloud serta kompatibel dengan ponsel, yang ideal untuk UKM dengan tim yang bekerja di mana saja serta lebih mudah untuk menggunakan perangkat lunak dalam model opex versus model capex. Pandemi serta kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen mendorong adopsi SaaS di kalangan UKM. Adopsi di kawasan Asia Tenggara sendiri akan mencapai USD 360 miliar pada tahun 2025.

Hal yang perlu dipikirkan adalah ketika bisnis mempertimbangkan untuk mengadopsi solusi SaaS baru, penting sekali memeriksa teknologi tempat solusi tersebut dibangun, dan apakah solusi tersebut memiliki sistem pembaruan yang jelas agar fungsionalitasnya dapat terus meningkat. Di dunia yang saling terhubung seperti sekarang, memastikan opsi integrasi dalam sebuah solusi adalah hal mutlak karena bisnis tidak akan mendapatkan manfaat jika berinvestasi dalam solusi yang masih terkotak-kotak. Solusi model ini akan membuat bisnis sulit mengekstrak data atau bekerja dengan data yang telah dikumpulkan.

Selain itu, penting juga untuk memeriksa apakah data bisnis dapat diekspor di masa mendatang jika bisnis ingin mengganti solusi mereka. Hal ini sangat krusial untuk mencegah data bisnis terkunci. Sebagian besar UKM cenderung memulai perjalanan mereka menggunakan SaaS dengan solusi keuangan dan akuntansi. Sedangkan untuk bisnis yang lebih besar, mereka menginginkan solusi yang berfokus pada pengalaman pelanggan (customer experience) sebagai pembeda utama. Dengan hanya 10 persen bisnis di Indonesia yang memiliki solusi terintegrasi, peluang bagi bisnis untuk terus meningkatkan kemampuan digital mereka dengan perangkat lunak yang tersedia masih sangat besar.

Meskipun investasi digital di Indonesia saat ini lebih rendah dari negara-negara ASEAN lainnya, dengan pengeluaran hanya sebesar 1.1 persen dari PDP dibandingkan dengan pengeluaran di negara-negara ASEAN lainnya yang mencapai 1.8 persen, sebuah studi dari BCG memperkirakan bahwa tingkat pertumbuhan belanja marketing di Indonesia menjadi yang tercepat di kawasan Asia-Pasifik, dengan pencapaian sebesar USD 6 miliar pada tahun 2024 mendatang. Pertumbuhan belanja ini didorong oleh permintaan yang semakin cepat dalam layanan berbasis cloud. UKM Indonesia yang mengadopsi teknologi cloud rata-rata mengalami peningkatan pendapatan sebesar 20 persen setelah perpindahan mereka. Ini telah memberikan peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas karyawan, serta membantu bisnis mengidentifikasi hal penting guna meningkatkan laba.

Pada tahap awal adopsi, perangkat lunak untuk akuntansi dan SDM memberikan dampak produktivitas serta manfaat biaya secara langsung. Namun seiring semakin matangnya perjalanan digitalisasi sebuah bisnis, peluang terbesar terletak pada perangkat lunak yang meningkatkan pengalaman pelanggan mereka. Hal itu terjadi karena perilaku pembelian konsumen yang telah bergeser ke ruang digital, maka bisnis beralih ke solusi teknologi yang mampu memanfaatkan data untuk mengelola pengalaman pelanggan dengan lebih baik.

Di pasar yang kompetitif saat ini, perusahaan tidak lagi hanya menjual produk mereka di toko fisik, pelanggan juga berharap mendapatkan layanan melalui teknologi. Dengan perangkat lunak manajemen pelanggan, tim penjualan dan tim pendukung dapat bekerja sama dengan lancar untuk memberikan solusi yang berharga bagi pelanggan.

Karena banyaknya platform SaaS yang tersedia di pasaran, para pemimpin TI di UKM ditantang untuk memilih sistem SaaS yang tepat demi kesuksesan bisnis mereka. Dengan begitu banyak solusi yang dapat UKM pakai, bisnis perlu menyadari bahwa tidak semua solusi akan menjawab tantangan Anda secara spesifik.

Yang harus dilakukan adalah mengetahui tantangan yang ingin Anda atasi, serta memiliki peta jalan untuk kebutuhan masa depan seiring dengan berkembangnya bisnis. Cari solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan mampu memecahkan beragam masalah saat bisnis Anda membesar sehingga memungkinkan Anda meningkatkan solusi tersebut untuk kebutuhan masa depan Anda.

Jika Anda sudah menggunakan solusi tertentu, pasti ada tantangan ekstra yang Anda hadapi. Lapisan integrasi tambahan mungkin diperlukan. Hal Ini berarti ada investasi tambahan dalam layanan integrasi profesional. Idealnya di lingkungan SaaS sekarang, ekosistem vendor memiliki marketplace yang sehat, yang memungkinkan Anda mengintegrasikan aplikasi pihak ketiga dengan aplikasi lain yang sedang Anda gunakan saat ini. Marketplace yang kuat juga menjadi indikasi kesehatan vendor sebagai pelaku industri.

Yang terakhir adalah mempekerjakan talenta yang tepat untuk memaksimalkan utilitas dari solusi tersebut juga menjadi tantangan berat bagi perusahaan. Di Indonesia sendiri sekarang masih kekurangan 600.000 talenta digital setiap tahun.

Meskipun Zoho memiliki rangkaian perangkat lunak yang lengkap untuk menjalankan seluruh bisnis, banyak bisnis telah menggunakan produk Zoho yang spesifik guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja mereka.

Bagi bisnis yang ingin menjaga hubungan mereka dengan pelanggan, ada Zoho CRM Plus, platform lengkap yang memenuhi kebutuhan tim penjualan dan layanan pelanggan. Tools ini memungkinkan tenaga penjualan untuk memiliki informasi menyeluruh terkait pelanggan, kapan saja dan di mana saja. Dengan Zoho CRM Plus, Anda dapat mengelola calon pelanggan hingga menyediakan layanan pelanggan setelah mereka membeli produk. Platform ini memungkinkan tim merekam perjalanan pelanggan, mulai dari titik kontak pertama untuk memahami apa yang mereka butuhkan.

Tools ini akan memungkinkan bisnis bekerja dalam satu tim untuk melayani pelanggan, yang berarti siapa pun memiliki visibilitas tentang pelanggan dan bukan bekerja dalam ruang yang terkotak-kotak. Bagi perusahaan, ini akan memungkinkan tim untuk memberikan pengalaman layanan pelanggan yang mulus dan konsisten. Alat seperti Zoho CRM Plus akan memberi tim Anda kemampuan tersebut.

Perangkat lunak hebat lainnya adalah Zoho Creator. Ini adalah platform pengembangan berbasis teknologi low-code yang memungkinkan bisnis mengembangkan aplikasi secara visual menggunakan lebih dari 550 integrasi pre-built untuk kebutuhan apa pun. Teknologi antarmuka berbasis drag and drop dari Zoho ini membantu pengguna non-teknis dan citizen developer meluncurkan aplikasi web dan seluler, termasuk otomasi proses, bahkan memvisualisasikan kumpulan big data ke dalam bagan yang mudah dipahami.

Sebuah laporan dari Boston Consulting Group menjelaskan bahwa Indonesia siap menjadi pasar Teknologi Informasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, yaitu sebesar 13 persen CAGR, tingkat pertumbuhan per tahun selama rentang periode waktu tertentu. Proyeksi pertumbuhan ini menyoroti potensi dampak SaaS dan teknologi TI baru lainnya bagi pasar yang sedang berkembang ini.

Pada saat yang sama, roadmap digital 2021-2024 dari Presiden Joko Widodo adalah meningkatkan digitalisasi di Indonesia serta mengarahkan lebih dari 64 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke ekosistem ‘Go Digital and Go Global’, dengan target mencapai 30 juta UMKM digital pada tahun 2024.

UKM di Indonesia memiliki banyak perusahaan besar berbasis teknologi yang dapat dijadikan contoh, seperti GoJek dan Tokopedia. Mereka menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung pertumbuhan bisnis, dan menyelaraskan diri dengan masa depan perusahaan yang otonom. UKM yang ingin memulai perjalanan adopsi teknologi mereka dapat mempertimbangkan layanan dari vendor yang menyediakan tool dan mampu melatih perusahaannya untuk mengadopsi teknologi tertentu yang lebih bernilai bagi bisnis lokal.

Sebagai alternatif, bisnis dapat langsung mengunjungi vendor seperti Zoho dengan solusi yang sudah memiliki banyak fitur terbaik di dalamnya. Berbagai solusi dari Zoho memiliki alur kerja awalan yang baik, yang memungkinkan Anda memulai serta mengadopsi dengan mudah lewat beberapa fitur praktik terbaiknya. Jadi, meskipun UKM mungkin tertinggal, mereka memiliki cukup banyak contoh dan sumber daya di pasar terkait bagaimana menjadi sukses, guna meningkatkan kematangan teknologi mereka.

Selain ketersediaan solusi, ketersediaan talenta juga memengaruhi tingkat adopsi. Roadmap Digital Indonesia yang sama juga menyoroti kebutuhan untuk melatih talenta digital masa depan di tanah air. Roadmap tersebut berencana untuk melatih keterampilan digital dasar, budaya, etika, dan keamanan online bagi 12,5 juta orang Indonesia, serta membekali setidaknya 100.000 lulusan baru dengan spesialisasi utama di bidang digital, seperti komputasi awan, kecerdasan buatan, internet of things, keamanan siber, dan analitik data.

Semua produk Zoho memiliki edisi gratis selamanya yang cukup berguna. Dengan berbagai macam produk yang ditawarkan untuk keseluruhan fungsi bisnis, banyak perusahaan mengatakan bahwa edisi gratis kami sesuai dengan kebutuhan mereka ketika mereka baru memulai bisnis.

Di antara banyak solusi Zoho, ada Zoho Creator. Sebuah platform berbasis teknologi low-code no-code yang juga dirancang secara khusus untuk membantu UKM memungkinkan transformasi digital yang lebih cepat dan efisien. Platform berbasis teknologi low-code no-code tersebut menyajikan teknologi antarmuka yang ekonomis, cepat, dan mudah digunakan. Ini memungkinkan pengguna membuat alur kerja yang menghubungkan proses, serta melibatkan pemangku kepentingan agar siap menerapkan solusi tersebut dalam hitungan hari.

FoodCycle Indonesia salah satunya. Sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menghilangkan limbah makanan dan mengakhiri kelaparan, telah menggunakan Zoho Creator dengan sangat baik.

Food Cycle adalah organisasi nirlaba yang beroperasi di Jakarta sejak tahun 2017. Mereka mulai mengumpulkan sisa makanan dari pesta pernikahan, memilahnya, dan membagikannya kepada mereka yang paling membutuhkan. Perlahan FoodCycle mulai berkolaborasi dengan toko roti, restoran, FMCG, dan organisasi lain dan memperluas operasi mereka ke lebih banyak orang.

Dengan bantuan tim Zoho Creator, FoodCycle membuat solusi khusus untuk mengelola operasi mereka. Ini merupakan solusi unik yang dapat memenuhi kebutuhan spesifik organisasi mereka. Aplikasi khusus yang dibangun di Zoho Creator membuat tim FoodCycle tetap terhubung, siap, bahkan selama puncak pandemi. Aplikasi FoodCycle bekerja seperti solusi 360 derajat yang menangani kebutuhan organisasi, mulai dari pencarian sumber makanan di pendonor, manajemen inventaris, manajemen hubungan donor, dan logistik. Dengan solusi khusus yang dibangun di atas Zoho Creator, FoodCycle juga membebaskan dirinya dari ketergantungan berlebihan pada pemrosesan berbasis kertas atau spreadsheet.

Dalam skala yang lebih besar, ada Karma Group. Sebuah bisnis perhotelan global yang menggunakan Zoho CRM untuk mengelola operasi penjualan dan pemasaran mereka di hotel mereka termasuk properti mereka di Indonesia. Melalui Zoho CRM, Karma Group mengelola lebih dari 5 juta catatan pelanggan. Mereka menggunakan fitur seperti Zoho Workflow Rules untuk mengontrol kualitas data. Zoho CRM juga terintegrasi secara mulus dengan sistem operasi mereka, termasuk sistem manajemen properti, POS, sistem manajemen anggota, dan sistem call center. Kemudahan integrasi ini sangat penting untuk layanan pelanggan tanpa batas bagi grup perhotelan dengan jangkauan global. Selain itu, manajemen dapat melacak data bisnis, seperti leads versus convertions di dasbor Zoho Analytics mereka sehingga mereka memiliki akses ke wawasan bisnis secara real-time. Cara ini sangat membantu mereka dalam pengambilan keputusan.

Sebagai perusahaan yang melayani jutaan pengguna di seluruh dunia, Zoho mengutamakan keamanan data dan menjaga kerahasiaan data pelanggan. Zoho menerapkan kebijakan keamanan yang komprehensif. Semua solusi cloud dan on-premise dari Zoho telah menerima sertifikasi ISO/IEC 27001, standar keamanan internasional yang paling diakui secara luas.

Zoho juga menggunakan teknologi keamanan dari provider yang sudah mapan dan terpercaya guna mencegah dan mengurangi serangan DDoS (distributed denial of service). Ini akan mencegah gangguan yang disebabkan oleh traffic internet yang buruk, sekaligus menjaga bandwidth untuk traffic internet yang baik. Kami juga bekerja sama dengan ISP (Internet Service Provider; penyedia layanan internet) untuk mengaktifkan pendekatan keamanan berlapis guna menangani serangan dari lapisan jaringan ke aplikasi.

About Author

Kirana Ho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *