May 14, 2026
BERITA FINANSIAL HEADLINE

Indonesia ‘Seng’ Ada Lawan

  • February 6, 2023
  • 2 min read

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. foto: Digitalbank.id

bacalah.id – Memasuki tahun 2023, setahun sebelum digelarnya pesta demokrasi di tahun 2024, Indonesia dipastikan mampu mengelola dengan baik potensi gesekan yang terjadi. Pengalaman menunjukkan sekalipun suhu politik tentu meningkat, namun kondisi keamanan, kepastian hukum, dan iklim berusaha tetap terjaga dengan baik.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2023 di Jakarta, 6 Februari 2023.

Dikatakan Mahendra dalam kata sambutannya, pemulihan perekonomian Indonesia selama tahun 2022 akan terus berlanjut. Peningkatan aktivitas perekonomian domestik dari sisi konsumsi dan investasi telah menjadi penopang pertumbuhan. Hal itu diperkuat oleh pengumuman Pemerintah mengakhiri tanggap darurat pandemi, yang akan menjadi modalitas utama bagi pertumbuhan tahun ini.

“Kami meyakini sebagian besar risiko transmisi pelambatan pertumbuhan ekonomi global, termasuk dampak penurunan harga komoditas, penurunan permintaan ekspor dan pengetatan likuiditas global, sudah dipahami dan dapat dimitigasi dengan tepat,” ujarnya.

Memasuki tahun ini, lanjut Mahendra, siklus politik 5 tahunan telah dimulai. Belajar dari periode lalu, akselerasi pertumbuhan konsumsi masyarakat dan aktivitas industri akan meningkat, khususnya industri padat karya seperti makanan/minuman, TPT, percetakan serta transportasi.

Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden maupun Wapres kali ini adalah yang ke-5 setelah reformasi. “Pengalaman menunjukkan sekalipun suhu politik tentu meningkat, namun kondisi keamanan, kepastian hukum, dan iklim berusaha tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya kondisi ini dimungkinkan karena Indonesia telah menjadi sistem demokrasi yang makin dewasa, pada saat Kepentingan Nasional adalah yang menjadi tujuan utama setiap kontestannya. Kali ini, Indonesia akan makin mengokohkan dirinya menjadi Negara Demokrasi Presidensial Terbesar di Dunia. “Indonesia seng ada lawan,” ujarnya.

“Oleh karena itu, kami mengajak kita semua untuk tidak ragu-ragu terhadap penguatan perekonomian, stabilitas keuangan, serta perbaikan iklim dan kesempatan investasi di Indonesia. Investasi langsung maupun investasi portofolio dalam dan luar negeri terus meningkat,” tandasnya.

About Author

Kirana Ho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *