April 15, 2026
BERITA HEADLINE INTERMEZO NEWS UPDATE

KBRI Yangon dan Bangkok Bebaskan 20 WNI dari Myanmar

  • May 7, 2023
  • 2 min read
Repatriasi WNI
Langkah pemulangan WNI yang menjadi korban perdagangan orang di Myawaddi, Myanmar. Foto: Kemlu

bacalah.id – Pemerintah Indonesia melalui KBRI Yangon dan KBRI Bangkok berhasil membebaskan 20 WNI korban perdagangan manusia di online scams, keluar di wilayah konflik di Myawaddy, Myanmar.

Melalui kerja sama KBRI Yangon dengan jejaring lokal yang memiliki akses ke wilayah Myawaddy, para WNI dapat dibebaskan dan dibawa menuju perbatasan Thailand . Ke-20 WNI berhasil dibawa ke perbatasan dalam dua gelombang, yaitu pada 5 Mei 2023 sebanyak 4 orang, dan 6 Mei 2023 sebanyak 16 orang, 

Tim Pelindungan WNI KBRI Bangkok  selanjutnya akan membawa mereka ke Bangkok. Untuk proses pemulangan, KBRI Bangkok akan berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk perizinan repatriasi ke Indonesia, demikian siaran pers dari Kementerian Luar Negeri, Sabtu 6 Mei 2023.

Sebelumnya seperti diberitakan, bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perdagangan manusia bidang online scams yang disiksa dan disekap di Myanmar berada di lokasi zona konflik bersenjata.

“Saat ini pemerintah memberikan perhatian besar dan terus berusaha melindungi WNI yang menjadi korban perdagangan manusia yang dipekerjakan di online scams di Myawaddy Myanmar,” kata dia, saat press briefing pada Jumat (5/5/2023), mengutip Bisnis.com. Pemerintah memfasilitasi selter pada saat penanganan saat evakuasi, pendampingan hukum, konseling psikologis sampai repatriasi kembali ke Indonesia.

Dia memberikan gambaran letak Myawaddy, tempat di mana perdagangan manusia di Myanmar melalui online scams.

“Gambaran di mana Myawaddy, letak Myawaddy 415 km dari Yangoon, kurang lebih 500 km dari Bangkok jauh, 560 kilometer dari Naypyidaw, dan 11 kilometer dari Mae Sot, ini perbatasan Myanmar dan Thailand,” tambahnya.

Myawaddy adalah wilayah otoritas pusat yang tidak memiliki kontrol secara penuh.

“Saat ini pemerintah terus melakukan komunikasi dengan otoritas di Thailand, otoritas lokal di Myawaddy dan juga organisasi-organisasi lain, dengan tujuan satu, untuk memberi perlindungan kepada WNI dan dapat mengeluarkan WNI dari wilayah tersebut dengan selamat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, menjelaskan tantangan penyelamatan WNI yang menjadi korban TPPO di lapangan memang tinggi.

“Mayoritas para WNI berada di Myawaddy, lokasi konflik bersenjata antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak,” kata dia.

Sejak krisis keamanan pecah di Myanmar usai kudeta pada 2021, Myawaddy menjadi salah satu titik pertempuran.

Di sana terdapat kelompok bersenjata Karen National Liberation Army (KNLA) yang bertempur melawan militer setempat yang kini menguasai Myanmar.***

 

About Author

Kirana Ho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *