Asik, Indeks Saham di Bursa Menghijau 0,28%
bacalah.id – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menghijau pada penutupan perdagangan Rabu (9/11/2022). Indeks saham gabungan menguat 19,95 poin atau naik 0,28% ke level 7.070.084 di jam penutupan perdagangan. Beruntung bagi pengempit sejumlah saham second liner yang mengalami penguatan pada perdagangan hari ini.
Melansir RTI Business, dari total volume perdagangan saham di BEI sebanyak 27,45 miliar, mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp 11,49 triliun. Sebanyak 244 saham mengalami kenaikan, 261 saham turun, dan 195 saham stagnan.
Adapun sejumlah saham yang tercatat sebagai top gainers antara lain PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang nilainya terkerek 4,29% ke Rp 292 per saham. Berikutnya PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik sebesar 2,58% ke level Rp 199 per saham, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 2,35% ke Rp 1.745 per saham. Sementara kenaikan nilai tertinggi di perdagangan hari ini dicatatkan PT wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) yang harga sahamnya mencelat 34,8% atau sebesar 47 poin ke Rp 182 per saham, diikuti PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang harganya menggeliat 26% atau naik 39 poin menjadi Rp189 per saham.
Nah, saham yang mencetak kerugian alias top losers antara lain PT Indika Energy Tbk (INDY) yang terkoreksi 4,97% ke Rp 2.870 per saham, lalu PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terkoreksi 3,43% ke Rp 3.660 per saham, serta PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 3,19% ke Rp 3.640 per saham. Penurunan terdalam dialami saham PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) yang anjlok 7,89% menjadi Rp35 per saham. Penurunan dalam juga dialami PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang anjlok 6,6% atau sebesar 65 poin ke Rp 920 per saham.
Kenaikan IHSG ditopang penguatan pada tujuh sektor dari 11 sektor di BEI, dengan sektor teknologi yang mengalami penguatan tertinggi di angka 1,70%, diikuti sektor properti dan real estate naik 0,79%, lalu sektor keuangan naik 0,49%, dan sektor barang baku naik 0,23%. Sementara sektor infrastruktur naik 0,17% dan sektor barang konsumer non primer naik 0,15%.
Sektor yang terkontraksi adalah sektor energi yang turun sebesar 1,16%, lalu sektor transportasi turun 0,85%, sektor barang konsumer primer turun 0,19%, dan sektor kesehatan turun 0,08%.









