Jangan Remehkan Kutu pada Kucing Kesayanganmu, Ini Sebabnya!

MyTerakota – Amei hanya sakit lima hari, pemiliknya baru sadar ketika kucing belang tiga itu lebih suka meringkuk di bawah lemari dan perutnya kian hari terus membesar. Gerakannya pun menjadi lamban. Setelah sempat mendapat perawatan dokter hewan, Amei tak tertolong.
Dokter hewan yang merawatnya hanya bilang, Amei terserang parasit darah yang memakan sel-sel darah merah dan merusak organ dalamnya, terutama hati. Itu sebabnya perutnya sempat membesar, karena hatinya yang bengkak.
Tentunya, ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Para pecinta hewan, terutama kucing dan anjing, jangan pernah anggap remeh kutu yang hidup menumpang di hewan kesayangan kita. Walau terlihat hanya satu atau dua, tapi dampaknya bisa fatal: kematian!
Pasalnya, kutu bisa menyebarkan parasit ke dalam saluran darah kucing kita. Jika parasit sudah menjalar di dalam darah, maka mereka akan memakan sel-sela darah merah dan merusak organ dalam si kucing.
Yang namanya parasit darah, dia merupakan endoparasit atau protozoa yang hidup dalam peredaran darah si induk semang, dan bisa menular dari satu hewan ke hewan yang lain melalui vektor penyakit, seperti kutu atau caplak, dan juga lalat pengisap darah.
Satu cara pencegahan penyebaran kutu yang bisa kita lakukan pada kucing kesayangan kita, adalah: mandi dan memberikan obat antikutu secara berkala, semisal sebulan sekali.
Apalagi jika rumah kita bak layaknya sebuah ‘istana kucing’, setiap hari bisa kedatangan kucing, baik yang bertuan maupun tidak. Obat antikutu, seperti halnya juga obat cacing, wajib tersedia di rumah dan diberikan secara berkala.
Selain kutu, cacing gelang juga bisa menjadi perantara parasit darah yang juga umum menyerang kucing. Hampir semua kucing pernah terinfeksi cacing, satu kali dalam hidupnya, dan pada umumnya cacingan menjangkiti mereka saat masih kitten. Penularannya bisa terjadi karena makan makanan yang terkontaminasi telur cacing gelang, menular dari induk saat mereka menyusu atau makan tidur yang menjadi inang si larva cacing.
Pada dasarnya, cacing gelang bisa masuk ke tubuh kucing kita melalui banyak cara. Tapi kita bisa mencegahnya dengan selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dan memastikan kucing peliharaan kita tak makan hewan liar yang bisa jadi merupakan inang cacing gelang.
Lalu, bagaimana jika kucing kita – duh, jangan sampai ya! sudah terjangkit infeksi parasit? Gejalanya harus dicermati juga nih! Diare, dehidrasi, sakit perut, tinjanya berminyak, nyeri otot dan pembengkakan kelenjar getah bening, itu menjadi gejala yang harus diantisipasi. Jangan anggap remeh bila kucing kamu mencri misalnya, atau tak mau makan. Segera saja bawa ke dokter hewan, agar bisa dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk cek darah.
Jika kita benar-benar sayang pada kucing peliharaan kita, kita harus benar-benar perhatikan kesehatan dan kebersihan mereka agar terbebas dari parasit. Kita pantau terus perubahan pada perilaku mereka, nafsu makan dan air minumnya – ingat harus air matang juga ya, sama seperti kita.











