Asyiknya Hangout di Stasiun Manggarai
Myterakota – Tidak bisa dipungkiri, pemerintah saat ini terus melakukan pembenahan berbagai fasilitas public salah satunya stasiun kereta. Penataan kembali stasiun kereta api tidak lepas dari tingginya antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi publik. Badan Pusat Statistik mencatat, sebanyak 12,4 juta orang menggunakan kereta api di Jabodetabek pada April tahun 2021. Mengalami kenaikan 142,3% dibanding periode yang sama tahun 2020.

Pembenahan yang dilakukan pihak pengelola stasiun menjadi salah satu sebab meningkatnya jumlah penumpang. Pelayanan yang semakin baik dan fasilitas yang lengkap dan nyaman menjadi daya tarik tersendiri bagi para penumpang.
Hari Minggu lalu (27/3) saya membuat janji bertemu dengan teman lama, Nurfani. Entah sudah berapa tahun kami hanya berjumpa di dunia maya. Kamipun sepakat untuk “kencan” di Stasiun Manggarai yang menurut info Nurfani kini berubah, semakin keren dan banyak spot bisa dijadikan tempat foto.
Pukul 05:30 wib saya sudah bersiap. Menumpang ojek online menuju Stasiun Depok Baru, sekitar pukul 06:30 wib, saya sudah sampai di Stasiun Manggarai yang pagi itu masih sepi. Sambil menunggu Nurfani yang berangkat dari Stasiun Pasar Minggu, mata saya tertuju pada peralatan berat di dalam stasiun dan sejumlah bagian yang masih dalam pengerjaan. Tak lama kami berjumpa, saya langsung nanya, “Mana, katanya stasiunnya udah beda, kok biasa aja?’

Memang ada yang tidak pernah dilihat sebelumnya, mushola yang terpisah antara wanita dan laki-laki. Koridor di area tempat makan juga tampak biasa, sama seperti di beberapa stasiun lainnya. Setelah bertanya kepada petugas, kamipun diarahkan ke lantai atas area dalam stasiun. Tiba di area ini memang berbeda. Stasiun kereta api kelas besar tipe A ini terlihat modern. Di lantai ini terdapat space untuk ruang tunggu bagi penumpang kereta api menuju bandara. Keren!
Tak melewatkan kesempatan, kamipun berfoto di area ini. Kebetulan masih sepi, jadi bisa bebas bergaya, hihihi. Nurfanipun saya jadikan model, berbekal kamera ponsel. Di setiap sudut area ini terasa nyaman. Beberapa petugas tampak sigap melayani pertanyaan para penumpang seperti saya dan Nurfani, yang masih belum familiar dengan situasi Stasiun Manggarai yang baru.
Kamipun bergegas ke lantai atas menggunakan escalator. Area ini adalah tempat menunggu penumpang yang akan menuju Depok-Bogor dan juga yang akan menuju Jakarta Kota di seberangnya. Kami cukup terkejut berada di sini. Tak henti-hentinya kami mengagumi desain atap yang tinggi ditopang pilarnya yang kokoh dan cantik. Beberapa penumpang yang berada di sini meluangkan waktu untuk berfoto. Hari memang masih pagi. Di area ini, kami disuguhi pemandangan indah yang memperlihatkan Kota Jakarta dibalut kabut.

Setelah puas berfoto, kamipun kembali turun dan keluar stasiun untuk mencari sarapan sambil ngobrol melepas kangen. Kami memilih bubur ayam yang mangkal di seberang stasiun dan memesan dua porsi ditambah air mineral dan teh tawar hangat. Setelah selesai makan. Kamipun kembali ke stasiun dan memilih duduk di taman yang asri. Beberapa orang asyik duduk santai dan ada juga yang bermain bola plastik bersama keluarga.
Saya dan Nurfani duduk di taman sambil meneruskan obrolan yang terputus di warung bubur ayam. Nur bercerita tentang anak-anak gadisnya yang sudah mulai mentas. Wah, pagi ini saya ikutan bahagia mendengar cerita Nurfani dengan segala perjuangannya sebagai orangtua membimbing anak-anaknya hingga mencapai hasil yang membanggakan.

Jarum menunjukkan pukul 12:00 wib. Perut keroncongan lagi, dan kami kembali menyeberang dari halaman stasiun masuk ke kedai Soto Mie Bogor. Masih meneruskan obrolan, Soto Mie yang dibanderol seharga Rp 20 ribu ini real Soto Mie. Lumayan enak, meskipun kuahnya kurang panas. Setelah puas ngobrol dan hari makin siang, kamipun kembali masuk stasiun yang mulai padat untuk pulang ke rumah masing-masing.

Sebetulnya dari Stasiun Manggarai kami berencana jalan kaki ke Sudirmah-Thamrin untuk berolahraga. Tapi karena keasyikan ngoabrol dan kelamaan foto-foto di dalam stasiun, akhirnya rencananya ditunda. Saya dan Nurfani sudah janjian, next akan mencoba naik kereta ke bandara meskipun kita tidak akan terbang kemana-mana.

Ketemu teman lama di stasiun sambil menikmati jajanan kaki lima? Kenapa nggak? Bukankah kita sudah sudah sering janjian sama teman di kedai kopi atau mall. Cobain deh, kalian akan merasakan sensasi yang berbeda.











