April 15, 2026
FINANSIAL HEADLINE

Deny Hendrawati, Pengen Jadi Dokter Malah Jadi CEO Bank Syariah

  • November 8, 2022
  • 3 min read
Profil Deny Hendrawati (Foto: Repro Buku “Perjuangan Wanita Membangun Keuangan Syariah”

bacalah.id – Tanggal 15 Januari 2014 tak cuma menjadi hari spesial untuk Deny Hendrawati, tapi juga bagi Bank Panin (Dubai) Syariah (BPDS) dan dunia perbankan syariah umumnya. Hari itu, sebagai Direktur Utama BPDS, dia membawa bank tersebut resmi go public. Saat itu, BPDS menjadi bank syariah pertama yang melakukan IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Jakarta.

Menjadi bankir, apalagi di perbankan syariah, bukanlah cita-cita Deny. Perempuan kelahiran Wonogiri, 5 Februari 1966, itu semula ingin menjadi dokter. Tapi belakangan nyalinya sedikit ciut mengetahui besarnya pengorbanan yang biasa dilakukan para dokter. Selepas SMA 1 di Pekalongan, Deny pun mengalihkan cita-citanya ke bidang hukum. Pada 1984, ia diterima di Fakultah Hukum Universitas Diponegoro, Semarang. Ketika sudah menyandang gelar sarjana, dia meniti karir di BCA pada 1990.

Pada 1992, Deny hijrah ke Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang merupakan bank syariah pertama di tanah air. Di bank itulah dia juga berlatih memakai busana muslimah. Awalnya karena kewajiban profesi, lama-lama menjadi kebiasaan sebagai bagian dari tuntunan agama (Islam). “Pagi-pagi sebelum masuk ruang kantor, saya masuk dahulu ke rest room untuk berdandan mengenakan busana muslimah,” ungkap Deny dalam buku “Perjuangan Wanita Membangun Keuangan Syariah”. Buku karya Syaefurrahman Albanjary itu diluncurkan di sebuah hotel bintang lima, Jumat (4/11/2022).

Di BMI, Deny meniti karir hingga 2004, lalu pindah ke Bank Mega Syariah (BMS) milik pengusaha pribumi Chairul Tanjung. Di BMS, dia langsung menempati posisi sebagai Kepala Cabang Utama di Jakarta, sekaligus menjadi koordinator cabang seluruh Indonesia. “Akhirnya saya di sana sejak 2004 sampai 2009 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Divisi,” ujar Deny.

Lima tahun berkarir di BMS, Deny pindah ke Bank Panin Dubai Syariah (BPDS). April 2011 menjadi puncak karirnya dengan menjabat Direktur Utama hingga Mei 2017. Di bawah kendalinya, BPDS menjadi bank umum syariah yang pertama kali go public di pasar Modal Indonesia. Bank ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2014.

Selama memimpin BPDS, sejumlah penghargaan diraih Denny Hendrawati, seperti CEO with survival management 2012 dari Perbanas. the best leadership CEO tahun 2014, dan 2015, dari Economic Review. Dia mengundurkan diri dari BPDS pada Mei 2017 untuk sepenuhnya mendampingi suaminya yang sakit.
“Ada batas, ada satu titik bahwa saya harus memilih dan harus ikhlas sehingga kita mengakhirinya dengan baik dan beralih kepada fokus yang selama ini banyak ditinggalkan, khususnya keluarga,” kata Deny.

Di sela-sela merawat sang suami, dia mengisi waktu dengan menulis buku. Pada 2019, Deny menerbitkan tiga buku, yakni “Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia”, “Strategi Pemasaran”, dan “Manajemen Strategi”. Guna menggenapi pengalamannya, Denny kini tengah berkutat menyelesaikan Program Doktoral Ekonomi Manajemen di Universitas Brawijaya Malang.

Akhirnya cita-cita awal Deny diwujudkan Eggi Respati, anak semata wayangnya meraih gelar Sarjana Kedokteran dari University of Melbourne pada 2012. Pada Juni 2022, Eggi lulus spesialis bedah saluran kemih dan sistem reproduksi (urologi).

About Author

Rakha Mukti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *