
Yogyakarta- Warga Yogyakarta kini memiliki ruang kreatif, Paviliun JNM Bloc, hasil kolaborasi Yayasan Yogyakarta SeniNusantara (YYSN) dengan Radar Ruang Riang (RRR) yang diresmikan, 21 Oktober lalu oleh KPH Wironegoro dan Handoko Hendroyono yang mewakili kedua institusi tersebut.
YYSN merupakan yayasan yang menaungi Jogja National Museum sementara RRR adalah perusahaan induk yang menciptakan sekaligus mengelola ruang kreatif publik M Bloc Space dan Pos Bloc Jakarta, keduanya terletak di DKI Jakarta.
Turut pula memeriahkan acara pembukaan di luar ruangan yang sederhana hari ini sebuah penampilan khusus dari grup hip-hop kebanggaan Yogyakarta yang telah menggelar tur ke mancanegara, Jogja Hip Hop Foundation.
Sebagaimana rilis yang diterima Myterakota.com, seremoni pembukaan Paviliun JNM Bloc yang berlokasi di Jl Amri Yahya No.1, Gampingan, Wirobrajan ini sekaligus menandakan telah dimulainya proses cipta ruang (placemaking) dan alih fungsi sebagian besar kawasan Jogja National Museum di daerah Gampingan yang memiliki total luas area 1,4 hektar.
JNM Bloc memanfaatkan aset bekas Gedung Kampus Akademi Seni Rupa Indonesia/Institut Seni Indonesia yang sangat bersejarah untuk diaktivasi sepanjang tahun sebagai ekosistem kreatif bagi berbagai acara seni, budaya, hiburan, pertemuan komunitas, hingga pemberdayaan bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
JNM Bloc sudah dibuka untuk umum sejak pertengahan Agustus 2021 dan beroperasi setiap hari Senin – Kamis mulai pukul 12:00 hingga 21:00 WIB dan pada Jumat – Minggu mulai pukul 11:00 sampai 21:00 WIB. Selaras aturan pemerintah, untuk masuk ke area JNM Bloc wajib mematuhi protokol kesehatan 3M serta melakukan pemindaian barcode melalui aplikasi PeduliLindungi.
Seiring dengan melandainya kurva pandemi di Yogyakarta, pemerintah pusat pun perlahan mulai melakukan relaksasi terhadap sejumlah peraturan yang sebelumnya signifikan dalam mengurangi mobilitas masyarakat di kota ini. Rencananya berbagai program acara seni, budaya, hiburan secara rutin akan diselenggarakan di JNM Bloc. Mulai dari pameran lukisan, foto, instalasi seni, lokakarya, pemutaran film, peragaan busana, hingga beragam konser musik populer dari aksi lokal maupun nasional.

“Kami sungguh bersyukur di masa pandemi ini, Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara tetap bisa berkolaborasi dengan Radar Ruang Riang dalam bentuk JNM Bloc. Kerja bersama ini tidak hanya dilakukan secara bertahap, tetapi juga melakukan berbagai inovasi baru untuk beradaptasi dengan kondisi selama pandemi,” jelas KPH Wironegoro selaku Ketua Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara.
Ke depan, ungkap KPH Wironegoro, JNM Bloc bisa menjadi wadah baru, tempat berkumpul layaknya melting pot bagi industri kreatif yang sangat terdampak di masa pandemi. Berbagai giat yang terjadi di JNM Bloc beberapa waktu ini, diharapkan dapat menginspirasi sekaligus menumbuhkan budaya baru dalam penyelenggaraan event. Harapan lainnya JNM Bloc dapat menjadi pusat studi tentang trend-trend di dunia kreatif dalam mengantisipasi vakumnya penyelenggaraan event selama diberlakukannya PPKM oleh pemerintah.
CEO Radar Ruang Riang Handoko Hendroyono mengatakan, ketika pertama kali dihubungi Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara untuk berkolaborasi mendirikan ruang kreatif publik di area Jogja National Museum, pihaknya sangat respek dan antusias.
“Yogyakarta merupakan jiwanya Pulau Jawa yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Oleh karena itu kami sangat mendukung misi untuk menjadikan JNM Bloc sebagai ekosistem kreatif sekaligus pusat kebudayaan regional maupun internasional, dimana seni, budaya, dan hiburan dapat saling menghubungkan masyarakat melalui berbagai upaya kolaborasi, edukasi, dan partisipasi,” ujar Handoko.
Jogja National Museum (JNM) yang menempati lokasi sakral bekas kampus Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Gampingan, Wirobrajan merupakan ground zero seni rupa di Indonesia. Sejak 1955 di sana dilahirkan para maestro seni rupa tanah air, mulai dari Sapto Hudojo, Saptoto, I Nyoman Gunarsa, Edhi Sunarso, Amri Yahya, Djoko Pekik, Widayat, G. Sidharta, hingga berbagai nama besar seniman lainnya.











