Tak Cuma Buat Kongkow, Pos Bloc Fasilitasi Para Konten Kreator

Lokasi kongkow dengan basic pemandangan alam atau bangunan kuno menjadi favorit kaum milenial. Menikmati menu makanan kekinian, tempat nyaman dan ada banyak sudut yang bisa jadi spot foto menarik jadi alasan utama. Bisa memposting foto-foto keren dan instagramable menjadi hal wajib untuk anak jaman sekarang.
Setelah MBloc yang berlokasi di Gedung Peruri, kawasan Blok M, kini telah dibuka Pos Bloc Jakarta pada Oktober lalu. Pos Bloc diresmikan Menteri BUMN Erick Thohir, Dirut PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi, Komisaris Utama PT Pos Indonesia Rhenald Khasali, dan CEO Pos Bloc Jakarta Jimmy Saputro di Aula Utama, Gedung Filateli Jakarta yang berlokasi di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
“PT Pos Indonesia harus berubah, jangan hanya menjadi bagian dari masa lalu. Transformasi PT Pos Indonesia harus selalu didorong. Saat ini sudah era digital dan era Milenial, bukan kolonial. Disrupsi itu terjadi karena dua hal, karena digital dan anak muda Indonesia,” kata Eric dalam sambutannya.
Dalam keterangan pers yang dikirim Pos Bloc, Eric menjelaskan, pihaknya mendorong PT Pos
bertransformasi secara bersahabat dengan generasi muda dan perubahan yang terjadi di Indonesia, baik secara digital ataupun properti.
“ Saya melihat perubahan first wave, sementara second wave digital, PT Pos sudah menyiapkan di Pos Bloc. Second wave is coming. Kita akan berhadapan dengan yang namanya edu tech, media tech. Pos Bloc tidak hanya menyiapkan creative center, tapi saya juga mendengar ada media center dimana para YouTuber bisa datang untuk membuat konten, podcaster bisa merekam voice di sana. Alhamdullilah, PT Pos siap,” jelas Erick.
Melayani 275 tahun

PT Pos Indonesia telah memberikan pelayanan selama 275 tahun. Menurut Dirut PT Pos Faizal Rochmad, pihaknya menyadari bahwa pengalaman saja tidak lagi cukup dalam menghadapi tantangan kompetisi generasi 4.0 yang demikian cepat, penuh ketidakpastian, dan kompleks. “Kami harus lebih adaptif terhadap perubahan dan mengembangkan kolaborasi sehingga Pos Indonesia menjadi top of mind dalam memberikan layanan di dalam kehidupan. Salah satu ikhtiar itu kami wujudkan dalam bentuk creative hub yang diberi nama Pos Bloc,” ujar Faizal.
Sementara itu CEO Pos Bloc Jimmy Saputro menyambut gembira sekaligus merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia dalam mengalihfungsikan serta mengelola aset negara yang sangat bersejarah ini menjadi ruang kreatif publik yang berjiwa kekinian namun tidak menanggalkan identitas awalnya.
“Semoga Pos Bloc Jakarta dapat menjadi game changer untuk menghidupkan kembali dinamika kreatif di sekitar kawasan Pasar Baru serta berdampak bagus bagi lingkungan di sekitarnya,” ungkap Jimmy.
Pos Bloc Jakarta memanfaatkan aset bekas Gedung Kantor Pos era Hindia Belanda seluas 7.000 meter persegi milik PT Pos Indonesia (Persero) yang diubah menjadi ruang kreatif bagi berbagai acara seni, budaya, hiburan, pertemuan komunitas kreatif, dan pemberdayaan bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) serta UKM (Usaha Kecil dan Menengah).
Pos Bloc Jakarta sudah dikunjungi oleh umum sejak Senin (27/09/2021) dan beroperasi setiap hari kerja mulai pukul 10:00 hingga 21:00 WIB dan pada akhir pekan mulai pukul 07:00 sampai 21:00 WIB. Selaras aturan pemerintah, untuk masuk ke area Pos Bloc Jakarta wajib mematuhi protokol kesehatan 3M serta menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 (minimal dosis pertama) melalui aplikasi PeduliLindungi.
Berbeda dengan M Bloc Space yang mengusung tema urban, milenial, kekinian, semboyan Pos Bloc Jakarta adalah “Arts, culture, entertainment in a heritage place.”











