May 10, 2026
BERITA NEWS UPDATE WISATA

Jalan dari Stasiun Juanda-Gondangdia Ada Apa Saja

Elvy   Yusanti
  • June 16, 2023
  • 4 min read

bacalah.id – Setiap sudut Kota Jakarta menyimpan beribu kenangan dan  sejarah. Dari mulai stasiun kereta api, museum, dan bangunan lawas.  Kereta api di Jakarta menjadi moda transportasi paling efektif yang memudahkan askes menuju tempat kerja atau kawasan wisata.  Stasiun Juanda, yang terletak di Jalan Ir H Juanda, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat adalah salah satu lokasi yang terhubung dengan pusat kota dan berbagai destinasi di ibukota.

Ada banyak lokasi di sekitar stasiun ini yang bisa diakses dengan jalan kaki seperti yang saya lakukan pada Hari Minggu beberapa pekan lalu,  seperti Istana Kepresidenan, Mesjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang letaknya berseberangan, dan kawasan Pasar Baru yang terkenal sebagai tempat belanja pakaian dan sepatu yang dibangun sejak 1820.  

Passer Baroe, demikian tulisan yang tertera di pintu gerbang bagian selatan yang  berbatasan dengan Jalan Antara dan Jalan Pasar Baru Selatan, serta Jalan Pos yang berdekatan dengan Gedung Kesenian Jakarta. Di kawasan Pasar Baru banyak bermukim warga  India yang membuka toko kain, alat olahraga, dan sepatu.

Berada di Pasar Baru serasa membuka kembali kenangan 30 tahun lalu. Membeli sepatu kulit lokal kualitas baik yang bisa dipilih di deretan toko kawasan ini. Salah satu toko legendaris adalah Bata dan Sin Lie Seng – yang sampai saat ini masih beroperasi  dan ramai dikunjungi pembeli.

Selain pasar, kawasan ini juga dekat dengan Pos Bloc, bangunan lawas yang merupakan sebagian dari kantor pos besar Jakarta. Lokasi Pos Bloc berada persis di seberang sungai Pasar Baru. Selain  digunakan untuk berbagai acara, Pos Bloc yang memiliki desain bangunan unik menjajakan makanan kekinian yang bisa dinikmati untuk makan siang atau di kala weekend.

BACA JUGA  Tak Cuma Buat Kongkow, Pos Bloc Fasilitasi Para Konten Kreator

Istiqlal dan Katedral

Perjalanan jalan kaki selanjutnya menuju Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal, dua rumah ibadah yang bisa diakses dengan jalan kaki. Berada di dua rumah ibadah umat Nasrani dan Muslim mengingatkan pada Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan, Gereja GPIB (Gereja Protestan Bagian Barat) Immanuel yang berdempetan dengan Masjid Jami’ (Masjid Agung Jami’ Malang, kota kelahiran saya.  

Persaudaraan antarumat beragama di Indonesia yang saling menghargai dan menghormati tergambar dalam gereja dan masjid di Jakarta dan Malang ini. Hal yang telah tertanam sejak dahulu kala.  Diprakarsai Presiden Soekarno, masjid Istiqlal dibangun sebagai simbol kemerdekaan dan resmi  dibuka pada tanggal  22 Februari 1978. Friedrich Silaban, anak dari pendeta Lutheran tradisional yang lebih dikenal dengan nama Huria Kristen Batak Protestan yang dipilih menjadi desainer Istiqlal yang mengusungkan tema Ketuhanan.

Gereja Katedral diresmikan tahun 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu. Gereja ini dirancang  Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Pro-vikaris, Carolus Wenneker. Pekerjaan ini  dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit dan diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, S.J., Vikaris Apostolik Jakarta. (wikipedia).

Saat berkunjung ke Katedral, sebetulnya saya ingin  mampir ke museumnya yang menarik dan bersejarah. Namun sayang, petugas keamanan yang berjaga menginformasikan pada hari Minggu itu museum tidak beroperasi. Dan saya ingin kembali kesana suatu hari nanti. Berada di sekitar Katedral teringat masa kecil, sering bermain di halaman Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan, karena rumah keluarga kami berada tak jauh dari gereja.

BACA JUGA  Tak Cuma Buat Kongkow, Pos Bloc Fasilitasi Para Konten Kreator

Taman Lapangan Banteng

Taman Lapangan Banteng atau yang dulu bernama Waterlooplein atau dikenal dengan nama Lapangan Singa karena di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo, dengan patung singa di atasnya. Wikipedia menulis,  Pertempuran Waterloo terjadi tanggal 18 Juni 1815 di dekat kota Waterloo, yaitu sekitar 15 km ke arah selatan dari ibu kota Belgia, Brussels.

Berada di taman yang lokasinya tak jauh dari Gereja Katedral terasa sejuk karena dipenuhi pohon dan rumput hijau. Hanya sekadar duduk sambil menikmati suasana tenang dan menghirup oksigen sudah sangat membahagiakan. Taman Lapangan Banteng  mempunyai banyak spot apik, mulai dari taman bunga, air mancur, patung kesenian, serta jalan setapak yang kerap digunakan sebagai trek berlari. Jika kebetulan berkunjung ke Jakarta, Taman  Lapangan Banteng adalah salah satu destinasi yang jangan dilewatkan untuk dikunjungi.

Setelah puas menikmati pemandangan dan suasana Taman Lapangan Banteng yang asri, jalan kaki berlanjut menuju Stasiun Gondangdia. Di kawasan ini, terdapat Masjid Cut Meutia yang bersejarah. Di lain waktu saya akan kembali berjalan kaki dan menulis tempat bersejarah lain di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.  

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *