May 6, 2026
BERITA INTERMEZO NEWS UPDATE

Buka Sejak Tahun 1.800, Waroeng Jadoel Temanggung Ramai Diserbu Pengunjung

Elvy   Yusanti
  • December 14, 2022
  • 4 min read
Meski menu yang disajikan sangat sederhana, Waroeng Jadoel selalu ramai pengunjung. Foto: Elvy Yusanti

bacalah.id – Berkunjung ke Temanggung, Jawa Tengah tak lengkap jika nggak mampir ke Waroeng Jadoel yang beralamat di Jalan  Jenderal Sudirman, Jampirejo, seberang Kantor Telkom. Warung makan yang buka 24 jam ini selalu ramai oleh pengunjung dari luar kota maupun warga lokal.

Sabtu, 26 November 2022 pukul 22: 00 wib, setelah perjalanan 3 jam dari Semarang dan 6 jam dari Jakarta menumpang kereta api, saya berkesempatan andok di warung legendaris ini. Seketika nuansa jadul terlihat di warung sederhana yang menyajikan aneka masakan rumahan seperti Sayur Gori (nangka muda), sayur tongkol, lele, tahu bacem, telur ceplok dan aneka gorengan.

Malam itu saya memilih menu Brongkos  dan Tongkol, rasa  lapar karena 9 jam perjalanan jauh langsung terobati dengan menu yang rasanya tidak diragukan lagi. Melihat menu yang disajikan, saya teringat masakan alm ibu saya, rasanya otentik, khas masakan ibu-ibu jaman dahulu, sederhana tapi ngangeni.

Harga makanannya merakyat, dari Rp 4.000 – Rp 28.000. Foto: Elvy Yusanti

Warungnya tidak terlalu luas. Ada dua bangku kayu menghadap ke meja menu dan di ujung warung ada meja kursi kayu yang bisa menampung sekitar 7 orang. Nah yang menarik adalah toples-toples kaca model jadul yang diisi dengan makanan tempo dulu seperti aneka kerupuk, kopi instan, dan teh. Tak ketinggalan piring berisi pisang goreng, ketan serundeng, dan masih banyak lagi.

Pemilik warung ini adalah  Siti Sukastiah (67 tahun), generasi ketiga yang mengelola warung ini. Dikutip dari Website Media Center Temanggung, Warung Jadoel sudah ada  sekitar tahun 1800-an. “Ini warung yang pertama berdiri di Temanggung sejak jaman penjajahan Belanda. Sampai saat ini Waroeng Jadoel masih bertahan di tengah persaingan dengan warung makan modern,” kata Muhammad Yusuf, Kepala Bidang IKP Dinkominfo Kabupaten Temanggung yang juga pelanggan setia  Waroeng Jadoel.   

BACA JUGA  Uji Nyali di Jembatan Kaca Sigandul View, Bonus Pemandangan Cantik
Semua makanan dimasak tanpa MSG menggunakan resep otentik dari generasi pertama. Foto: Elvy Yusanti

Siti Sukastiah yang akrab disapa Mak Tik mengaku makanan yang disajikan rasanya istimewa sebab tidak menggunakan MSG. Ia menuturkan,  generasi pertama yang mengelola warung ini adalah neneknya hingga tahun 1940. Kemudian generasi kedua adalah ibu kandungnya,  Alm  Dulah Rujini yang mengelola warung sejak masa pendudukan Jepang, hingga tahun 1985.

Sebelum sang ibu wafat, Mak Tik yang waktu itu usianya masih belasan tahun sudah membantu mengelola warung dan berlatih memasak sesuai resep ibunya. “Kami masih mempertahankan rasa dan jenis makanan yang dijual sejak dari pertama kali warung berdiri. Terutama kami tidak menggunakan penyedap rasa micin dalam memasak supaya yang makan tetap sehat,” ujar Mak Tik.

Harga Merakyat

Untuk menjaga kualitas, Waroeng Jadoel menyajikan masakan yang selalu fres. Harganya pun sangat terjangkau, satu porsi menu terdiri dari nasi, sayur dan lauk dibanderol Rp 8.000 – Rp 15.000, sementara tahu atau tempe bacem Rp 4.000 per potong. Untuk jajanan tradisional dijual rata-rata Rp 1.000. Untuk menu Nasi Brongkos dan Nasi Sop Iga Rp 23.000 – Rp 28.000.

Menu yang disajikan terbagi menjadi dua jenis. Untuk menu malam hari ada brongkos sapi, opor dan sup ayam dan siang hari ada sayur lodeh, buntil, petai rebus, sayur tahu dan kentang, sayur tongkol dan ayam.

Tua, muda tak mengenal strata sosial, semua menikmati suguhan Waroeng Jadoel yang lezat. Foto: Istimewa

Pelanggan warung rakyat ini tidak hanya dari daerah Temanggung. Ada pula yang datang dari luar daerah, seperti Magelang, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta juga menyempatkan diri ke warung itu. Panji (40 tahun), pengunjung asal Jakarta mengaku terkesan saat berkunjung ke Waroeng Jadoel. “Warungnya biasa aja, desainnya jadul, pengunjungnya luar biasa rame. Makanannya murah dan enak,” kata Panji yang memesan menu Sayur Gori, Telur dan perkedel.

BACA JUGA  Luar Biasa, 1.000 Pelajar Tarikan Jaran Kepang di Alun-alun Temanggung 

Dalam sehari Waroeng Jadoel  memasak 20 kg beras, jika musim panen tembakau bisa sampai 25 kg dan habis terjual. Kekhasan lainnya di warung ini adalah rasa teh dan kopi Temanggung yang terkenal kenikmatannya. “Kalau kesini saya selalu memesan teh atau kopi. Rasanya beda karena menggunakan gula aren.  Buat pecinta kuliner nusantara, monggo datang ke Temanggung, nyeruput kopi, kulineran dan menikmati wisata alamnya,” ungkap Yusuf.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *