“Cari Keringat” di Jogging Track Situ Gintung
Myterakota – Ketika mendengar kata Situ Gintung, Ciputat, Tangsel, saya teringat tragedi 27 Maret 2009. Pada Jumat Subuh itu tanggul danau buatan ini jebol, sehingga menyapu Perumahan Cirendeu Permai, sebagian Kampung Poncol, dan merusak Fakultas Kesehatan dan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta. Akibat kejadian ini, ratusan orang tewas tergulung air dan lumpur dari danau.

“Sebetulnya, tanggul sudah bocor sejak lama. Waktu itu kejadiannya Subuh, banyak yang masih pada tidur. Yang paling saya ingat ada warga yang hamil besar ikut tewas. Ngeri kalau inget kejadian itu,” kata seorang pemancing yang tinggal nggak jauh dari danau.
Selasa (13/9) saya membuat janji dengan Nuning, kawan SMA yang rumahnya di Kawasan Pondok Ranji, tak terlalu jauh dari Situ Gintung. Niat jalan pagi mengelilingi danau yang paska tragedi jebolnya tanggul air dijadikan bendungan seluas 72 hektar yang mampu menampung 1,2 juta meter kubik air.

Meskipun sudah difungsikan sebagai sarana rekreasi, pembangunan kawasan ini masih berlangsung. Setiap hari, warga berolahraga di kawasan ini, baik jalan kaki, berlari ataupun bersepeda. Pagi itu tidak terlalu ramai, mungkin karena hari kerja. Tapi ada pasangan suami istri, sekelompok ibu-ibu jalan pagi dan juga beberapa bapak-bapak yang bersepeda. Lainnya, para pemancing yang berjajar di pinggir danau.
Sebagian jalan yang saya lalui tampak kotor, bahkan di beberapa sudut sampah terlihat menumpuk. Ada dua orang yang sibuk memotong rumput dan satu orang lainnya menyapu dan membakar sampah. Untuk danau seluas ini, tentu saja jumlah petugas kebersihannya sangat kurang. Namun tampaknya pemerintah setempat berkomitmen untuk membenahi kawasan ini untuk dijadikan ruang publik yang nyaman, terutama soal kebersihannya.

Meski demikian, ada beberapa spot yang bisa dijadikan lokasi foto untuk diposting di media sosial. Masuk ke Situ Gintung dari pintu masuk jalan Ciputat Raya tidak dipungut biaya. Namun jika masuk dari arah Cirendeu ada yang meminta uang untuk membayar tiket sebesar Rp 5 ribu.

Sendainya kawasan ini ditertibkan, dan warung-warung yang berjajar di pinggir danau dibuat lebih menarik dan rapih, mungkin pengunjung akan lebih nyaman. Oiya, tidak ada salahnya disediakan bangku sederhana di area ini untuk melepas lelah setelah berolahraga, sambil menikmati hamparan air yang terasa menenangkan saat dipandang.











