Luar Biasa, 1.000 Pelajar Tarikan Jaran Kepang di Alun-alun Temanggung

Temanggung – Wajah Abid (9) tampak sumringah. Mengenakan kostum warna merah dipaju baju putih tangan panjang dengan makeup penari dilengkapi dengan udeng di kepala, penampilan bocah kelas IV SD ini terlihat gagah.
Abid adalah satu dari seribu siswa SD-SMA/SMK di Kabupaten Temanggung pada Minggu (27/11/22) pagi menari secara massal bersama dengan Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadizq dan jajarannya, di Alun-alun Kota Temanggung, Jawa Tengah. “Aku latihannya satu minggu, aku senang menari Jaran Kepang. Kepengen nari sampai besar,” kata Abid.
Menumbuhkan rasa cinta pada budaya tradisional harus dimulai sejak dini. Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dengan mengajak pelajar SD-SMA/SMK dari 423 sekolah, berpartisipasi memeriahkan puncak HUT Kabupaten Temanggung ke-188.

Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadizq mengatakan, warga Temanggung sangat senang jika ada pesta rakyat seperti festival Jaran Kepang ini. “Persewaan kostum habis dan jasa makeup laris. Ekonomi di Kabupaten Temanggung tumbuh,” kata Khadziq sebelum acara menari massal dilaksanakan.
Dalam sambutannya, ia mengatakan penari Jaran Jepang populasinya sangat sangat banyak di tiap desa. Dari 289 desa, komunitas kesenian ada 1800, sebanyak 510 di antaranya adalah penari Jaran Kepang. “Saat diadakan lomba menari Jaran Kepang pelajar, yang mendaftar 500 peserta. Harapannya, semoga Jaran Kepang lestari dan menjadi identitas lokal yang menasional,”ujar Khadizq.
Bupati dan jajaran Tarikan Jaran Kepang
Suasana di alun-alun Kota Temanggung tampak meriah. Para penonton tidak beranjak dari lapangan saat ribuan penari Jaran Kepang melakukan atraksi. Di antara penonton adalah orangtua dan guru yang bangga mensuport acara ini. Bupati Temanggung didampingi Ketua PKK Kabupaten Temanggung Eni Maulani Saragih, Ketua DPRD Yunianto SP, Sekda Hari Agung Prabowo, Kepala Dinas Pariwisata Saltiono Atmadji, Kepala Dinas Capil Bagus Pinuntun dan sejumlah tokoh budaya Temanggung tampak ikut menari bersama para siswa di atas panggung.

Mereka mengenakan pakaian lurik lengkap dengan udeng dan Jaran Kepangnya, menari dengan luwes dan semangatnya tak kalah dengan para siswa. “Jaran Kepang adalah kebanggaan masyarakat Temanggung. Anak-anak menari dengan semangat dan giras,” kata M. Khadziq dalam sambutannya. Ketika ditanya mengapa Bupati dan jajaran tampak luwes dan menikmati setiap gerakan, Khadizq menjawab hanya dengan mendengar suara gamelan mereka bisa menari karena Tarian Jarang Kepang seperti sudah mengalir dalam darah.
Sementara itu, Budayawan Temanggung Lukman Sutopo mengatakan, atraksi pelajar ini merupakanbagian dari regenerasi seni khususnya Jaran Kepang dan diharapkan mereka bisa menjadi penjaga peradapan. “Penampilan anak-anak sangat bagus dan semangat. Semoga mereka menjadi penjaga peradapan kesenian khususnya Jaran Kepang,”ujar Sutopo.











