
Myterakota – Datasemen Khusus (Densus ) 88 Polri telah menangkap 14 pengurus lembaga amal yang berafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI). Termasuk tiga orang yang ditangkap pekan lalu yang merupakan pimpinan dewan syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurahman bin Auf (LAZ BM ABA).
“Sampai saat ini ada 14 orang dai BM ABA yang sudah kita tangkap. Ini belum akhir, masih banyak lagi sebenarnya. Kita tidak mau berandai-andai, kalau nanti ada penangkapan lagi akan lebih mengejutkan, siapa lagi nih orangnya?. Kalau dulu fokus pada penangkapan orang-orang yang tangannya berlumuran darah melakukan penyerangan. Sekarang kami fokus lebih ke atas lagi, masalah pendanaan,” Kata Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar dalam keterangan pers di Mabes Polri Kamis (25/11).
Menurut Aswin, pendanan adalah nafas dan darah kelompok teror. Hal ini berlaku di seluruh dunia tidak hanya di Indonesia, pendanaan kelompok teroris bersumber dari internal dan eksternal . “Aktifitas teroris tidak akan ada kalau pendanaan tidak ada,” tegas Aswin.
Dengan konteks JI saat ini, pendanaan tidak lagi dari luar karena setelah Alqaeda dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh PBB dan asset-asetnya dibebukan. Karenanya, saat ini mereka menggalang dana secara internal dengan salah satunya mendirikan lembaga-lembaga amil zakat untuk mendapatkan dana, sepeti lembaga Syam Organizer di Yogyakarta yang terungkap beberapa bulan lalu dan juga LAZ BM ABA.
Lembaga penggalangan donasi tersebut berkedok kegiatan-kegiatan amal yang tampak dari luar tidak melanggar hukum yang berlaku di Indonesia, seperti pendidikan, pengiriman bantuan kemanusian ke negera-negara yang tengah konflik seperti Suriah.
“Itu bagian dari strategi atau program untuk meraih simpati. Padahal sebagian besar dana yang terkumpul itu untuk kegiatan JI,” lanjut Aswin.
Oleh karenanya, pada saat dilakukan penangkapan terhadap FAO, AZ dan AZA di Bekasi pekan lalu, Densus mendapat tuduhan menzholimi dan melakukan kriminalisasi kepada ustad dan ulama. “Kita sudah memiliki bukti yang cukup di tangan. Keterangan dari 28 berita acara pemeriksaan (BAP) dan juga dokumen-dokumen yang ditemukan semua mengarah kepada mereka.” Katanya.









