RSUP I Gusti Ngoerah Diampu RS PON Tangani Pasien Stroke

bacalah.id – Penyakit Stroke menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada tahun 2015 dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014. Prevalensi stroke di Indonesia tahun 2018 menurut data Kemenkes pada penduduk usia di atas 15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan 2.120.362 orang.
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I Gusti Ngoerah Bali, Senin, 26 Desember 2022 menerapkan teknologi terkini dalam penanganan stroke atas pengampuan dari RS PON. Program pengampuan ini diharapkan bisa dilakukan oleh RSUP I Gusti Ngurah terhadap sejumlah RS di kabupaten/kota di Bali dan sebagian rumah sakit yang ada di NTB maupun NTT.
”Selamat atas terselenggaranya aktivitas coiling di RS Ngoerah. Di sisa waktu saya sebagai Menkes ingin sekali menyelesaikan transformasi sistem layanan rujukan dengan memastikan seluruh rumah sakit di kabupaten/kota dan provinsi bisa melayani standar layanan kesehatan tertentu,” ujar Menkes Budi di Jakarta, Senin, 26 Desember 2022, dikutip dari website Kemenkes RI.
Budi mengatakan, stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kualitas hidup seseorang menjadi buruk. Jumlah kasus meninggal mencapai ribuan setiap tahun dengan kasus kecacatan lebih tinggi 2 kali lipat dari kasus kematian.
”Saya benar-benar minta RS PON mengaktifkan fungsi pengampuannya.
Coiling dan Clipping
Direktur Utama RS PON dr. Mursyid Bustami mengatakan, saat ini tim sedang melakukan tindakan coiling di berbagai rumahsakit daerah di seluruh Indonesia. Secara garis besar penyebab stroke ada dua yakni stroke karena penyumbatan pembuluh darah dan stroke karena pecahnya pembuluh darah. Sebagian dari yang pecah pembuluh darah itu disebabkan oleh pecahnya aneurisma.
Dikatakan dr. Mursyid, aneurisma adalah satu titik lemah yang membentuk kantong di pembuluh darah otak yang sudah ada dan suatu saat bakal pecah. Penyebab pecah terbanyak adalah karena tekanan darah tinggi. ”Jadi tentunya untuk menghindari risiko terjadinya pecah pembuluh darah maka harus dilakukan suatu tindakan. Bisa coaling (memasukkan koil seperti kawat/benang) dalam kantung. Kedua, tidakan clipping atau penjepitan,” kata dr. Mursyid.











