Waspadai Hipertensi, Yuk Kenali Jenis-jenisnya!

bacalah.id – Penyakit hipertensi atau darah tinggi terjadi ketika tekanan darah di atas 140/90. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer” karena tidak menunjukkan gejala. Penderita terlihat sehat namun di antara mereka mendapat serangan jantung atau stroke.
Secara tingkatan dan penyebabnya, hipertensi terbagi dalam 3 tipe, Pre Hipertensi 130/90, Hipertensi Stage 1 140/90 dan Hipertensi Stage 2 di atas 160/100. Sementara untuk tekanan darah normal di bawah 120/90.
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Puri Cinere, Depok, dr Rizki Astria Farindani, Mked (Cardolio) SpJP, FIHA mengatakan, hipertensi termasuk penyakit tidak bergejala, maka disebut silent killer.
“Terkadang pasien tidak ada keluhan sama sekali, tapi datang dengan mata berdarah, sesak nafas, baal dan vertigo, “kata Rizki dalam live Instagram belum lama ini.
Ia menambahkan, 90% penderita hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau disebut primary hypertensi. Sementara 10% nya disebut secondary hypertensi yang berakibat gangguan hormon, ginjal dan penyakit lain.
“Yang harus diwaspadai, saat ini muncul penderita darah tinggi usia muda yakni 20 tahun-an. Tidak ada gejala, tidak obesitas,” papar Rizki. Bisa jadi penyebabnya karena faktor keturunan. Menurut Rizki, untuk jenis hipertensi dengan tekanan darah di atas 180 ada dua jenis, yakni emergency dan urgency hypertensi.
Untuk jenis yang emergency, sudah terjadi kerusakan organ tubuh seperti pingsan, sesak nafas atau stroke. Sehingga untuk jenis ini segera mendapatkan penanganan.
“Ada kasus, pasien dengan tensi 200 tapi kondisinya normal, tidak ada risiko lain, ini yang disebut urgency hypertensi. Sementara ada yang harus dirawat intensif karena ada kerusakan organ, padahal tekanan darah hanya 180,” jelas Rizki.
Menurut Rizki, meski tidak diketahui secara pasti penyebabnya, namun tidak ada salahnya mencegah agar tidak mengalami hipertensi.
1. Makan dengan gizi seimbang. Sebagaimana anjuran Kemenkes mengisi piring dengan 6 bagian. Seperenam buah, sepertiga karbohidrat dan sayur, sisanya protein.
2. Tidak merokok dan minum alkohol
3. Lakukan olahraga 150 menit per minggu
4. Tidak sering begadang (kurang tidur)
5. Mampu mengendalikan stres
6. Rutin meemeriksa tekanan darah
“Untuk yang sudah terindikasi hipertensi harus rutin minum obat. Jika sudah merasa sehat dan ingin stop konsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, ” jelas Rizki.
Dikutip dari p2ptm kemkes.go.id, umumnya penderita hipertensi mengalami sakit kepala, rasa sakit di dada, gelisah, penglihatan kabur, mudah lelah dan jantung berdebar-debar.










