April 27, 2026
BERITA GAYA HIDUP HEADLINE

Benarkah Bayi Sering Digendong Jadi Bau Tangan dan Manja ? Cek Faktanya

Elvy   Yusanti
  • January 8, 2023
  • 2 min read
Menggendong bayi  memperkuat ikatan dengan orang tua. Foto : theasianparent.com

bacalah.id –  Para orangtua yang baru memiliki bayi seringkali menerima informasi yang keliru. Salah satunya, bayi jangan terlalu sering digendong karena akan bau tangan alias minta selalu digendong dan tumbuh menjadi anak manja. Benarkah demikian ?

Dr Caessar Pronocitro, Spesialis Anak RS Pondok Indah mengatakan, bayi yang baru lahir membutuhkan rasa nyaman dan tenang. “Hoaks kalau bayi sering digendong jadi bau tangan dan manja. Faktanya bayi harus sering digendong karena butuh rasa nyaman dan memiliki trust dengan lingkungannya,” papar Caessar dalam Channel Youtube RS Pondok Indah.

Bayi yang digendong memunculkan proses stimulasi positif. Seiring tumbuh kembangnya, frekuensi menggendong semakin berkurang dengan sendirinya, terutama saat mereka belajar berdiri dan berjalan. “Jadi nikmati semua momen menggendong si kecil karena tidak akan berlangsung selamanya,” ujar Caessar.

Proses Bonding

Banyak orangtua yang tidak menyadari, menggendong bayi adalah proses penting   untuk perkembangan fisik, psikologis, dan neurologis mereka. “Menggendong bayi  memperkuat ikatan dengan orang tua. Bayi akan merasa aman, percaya diri dan mandiri  di kemudian hari,” tulis Dr Rosie Knowles dalam buku Why Babywearing Matters.

Selain itu, kata Rosie,  membantu mengatur suhu, detak jantung dan pernapasan, serta pertumbuhan emosional dan fisik bayi.  Menggendong bisa sangat berguna untuk bayi prematur atau yang dikenal dengan istilah perawatan Kanguru.

Rosie menambakan,  bayi dalam gendongan mengalami proses pembentukan hubungan menyusui yang sukses  karena pelepasan oksitosin dari sentuhan lembut sang ibu. Sentuhan dengan kelembutan memiliki banyak manfaat untuk perkembangan saraf dan membantu pembentukan otak sosial.

“Kontak kulit dengan ibu secara teratur diyakini membantu bayi mengatur ritme sirkadian mereka dengan lebih baik dan membedakan perbedaan antara tidur siang dan malam. Ritme sirkadian adalah proses internal alami yang mengatur siklus tidur dan bangun selama 24 jam.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *