May 8, 2026
GAYA HIDUP HEADLINE

Genggaman Tangan, Bahasa Sunyi Sembuhkan Luka Batin

Elvy   Yusanti
  • July 15, 2025
  • 2 min read
Menurut para ahli, sentuhan fisik seperti pegangan tangan memicu pelepasan hormon oksitosin yang meningkatkan rasa nyaman dan aman.
Foto: unsplash.com/Priscilla Du Preez

bacalah.id – Sebuah genggaman tangan ternyata memiliki kekuatan besar dalam membantu meredakan trauma emosional. Hal ini bukan sekadar mitos, melainkan telah dibuktikan dalam  sejumlah penelitian ilmiah. Kadang, orang yang kita sayangi tidak butuh kata-kata panjang untuk merasa tenang. Satu genggaman tangan sering kali lebih berarti daripada seribu kalimat yang menghibur.

Ahli hipnoterapi klinis, Dr. Yuliana CHT, melalui akun Facebook-nya mengatakan,  genggaman tangan mampu membantu proses penyembuhan luka batin. “Kalau kita menggenggam tangan orang yang kita cintai, tubuh menurunkan produksi hormon stres. Rasa cemas pelan-pelan mereda, detak jantung menjadi lebih stabil, dan rasa sakit baik fisik maupun emosional atau lebih terkontrol,” kata Yuliana.

Namun, ia menegaskan, efek menenangkan ini hanya akan terjadi jika sentuhan tersebut berasal dari orang yang dipercaya dan disayangi. “Sentuhan adalah bahasa paling awal yang kita kenal. Mungkin orang yang kita sayangi tidak butuh solusi panjang, mereka hanya perlu diyakinkan bahwa kita ada untuk mereka,” tambahnya.

Didukung Penelitian

Penelitian mengenai manfaat berpegangan tangan juga dilakukan oleh James Coan, profesor psikologi di Universitas Virginia, Amerika Serikat. Dalam laporan yang diterbitkan di British Columbia Medical Journal (BCMJ) pada 26 September 2023, Coan mempelajari fungsi otak dalam kaitannya dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Salah satu partisipan penelitian adalah mantan veteran perang yang merasa cemas ketika menjalani pemeriksaan di dalam mesin fMRI. Ketika istrinya diminta hadir dan menggenggam tangannya, partisipan tersebut menjadi lebih tenang dan berhasil menyelesaikan tes.

Coan kemudian melanjutkan eksperimennya dengan memberikan sengatan listrik ringan kepada sejumlah partisipan. Hasilnya, mereka yang menggenggam tangan orang terdekat merasa lebih rileks dan merasakan rasa sakit yang lebih ringan dibandingkan yang tidak menerima sentuhan.

Sentuhan yang Bermakna

Menurut para ahli, sentuhan fisik seperti pegangan tangan memicu pelepasan hormon oksitosin yang meningkatkan rasa nyaman dan aman. Pada saat yang sama, hormon stres seperti kortisol akan menurun. Temuan ini menjadi pengingat bahwa dukungan emosional tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata. Satu genggaman tangan sering kali cukup untuk memberi rasa aman, menenangkan pikiran, dan membantu proses pemulihan trauma emosional. ***

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *