April 15, 2026
BERITA HEADLINE NEWS UPDATE

Deteksi Stunting dengan Chatbot Whatsapp, Begini Cara Kerjanya

Elvy   Yusanti
  • February 23, 2023
  • 3 min read
Data kesehatan anak yang dientri melalui Chatbot Whatsapp bisa dipantau gubernur sampai kepala Puskesmas/foto: kemkes.gp.id

bacalah.id – Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan mencatat, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2022.  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada sejumlah provinsi yang berhasil menurunkan angka stunting hingga  5% pada periode 2021-2022.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka stunting adalah mendeteksi kesehatan anak melalui  Chatbot Whatsapp. Aplikasi ini  dimanfaatkan untuk pencatatan data pengukuran dan penimbangan Balita di Posyandu.

”Kita ingin kalau ada anak berpotensi stunting langsung diberi intervensi berupa makanan berprotein hewani setiap hari,” ujar Menkes Budi Sadikin saat meninjau Posyandu Balita Cempaka III,  Jakarta,  Rabu (22/2/2023).

Dikutip dari website Kemenkes, Budi mengatakan, pengukuran berat badan dan tinggi badan harus dilakukan berdasarkan nama dan alamat anak. Hal itu untuk mempermudah kader Posyandu mengidentifikasi anak-anak mana saja yang punya potensi stunting.

Chatbot whatsapp digunakan oleh kader Posyandu untuk mempermudah pengisian data kesehatan anak. Melalui chatbot whatsapp tersebut kader Posyandu bisa memasukkan data-data anak mulai dari nama, berat badan, dan tinggi badan.

Nantinya, data kesehatan anak yang dientri ke dalam chatbot whatsapp bisa dipantau langsung oleh gubernur sampai kepala Puskesmas.

Setelah pencatatan melalui chatbot WhatsApp selesai dilakukan, secara otomatis akan muncul grafik tumbuh kembang beserta status gizi Balita dan rekomendasi untuk upaya tindak lanjut yang dapat disampaikan oleh kader Posyandu kepada orangtua Balita.

Data tersebut akan langsung terhubung dan tersimpan pada dasbor aplikasi sehat Indonesia ku (ASIK) di Puskesmas yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT. Nantinya, para orangtua juga bisa mengetahui informasi tersebut di SATUSEHAT Mobile yang dapat diakses melalui ponsel.

Pemda DKI  Siapkan Makanan Bergizi

Sementara itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya    siap memberikan bantuan intervensi stunting berupa makanan bergizi baik itu di tatanan sekolah atau di Puskesmas.

”Kalau anak-anak sudah mendapatkan bantuan sesuai dengan klasifikasi warganya sudah tidak ada alasan lagi untuk ragu meningkatkan status gizinya mencegah stunting.  Pemda DKI sudah memberikan makanan bergizi berupa daging ayam, telur, dan ikan untuk mencegah stunting,” ucap Heru.

Chatbot WhatsApp mulai diperkenalkan dan diterapkan perdana di DKI Jakarta melalui penyelenggaraan training of trainer bagi tenaga Puskesmas di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Senin (20/2/2023).

Terdapat 100 peserta lebih yang mengikuti pelatihan ini yang merupakan perwakilan tenaga Puskesmas yang berasal dari 44 kecamatan di DKI Jakarta.  Chatbot WhatsApp mulai dapat digunakan para kader Posyandu pada Selasa (21/2/2023).

Setelah DKI Jakarta, pencatatan data tumbuh kembang Balita melalui chatbot WhatsApp akan diperluas untuk Posyandu di 50 kabupaten/kota lain secara bertahap yang dimulai pada bulan Maret 2023 mendatang.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *