Korban Meninggal Dunia Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Bertambah Jadi 16 Orang, 2 Diantaranya Anak-Anak

bacalah.id – Korban meninggal dunia akibat kebakaran depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara bertambah menjadi 16 orang, dua diantaranya anak-anak. Sementara korban luka bakar sebanyak 49 orang dewasa dan 1 anak-anak.
Menurut Command Center Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, saat di lokasi kejadian masih dilakukan proses pendinginan dengan mengerahkan 52 unit mobil pemadam kebakaran dan melibatkan 260 anggota pemadam kebakaran.
Kebakaran hebat terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat, 3 Maret 2023, sekitar pukul 20.11 WIB. Sebelumnya warga mencium bau bensin yang menyengat kemudian dilanjutkan dengan ledakan dan luapan api yang besar hingga menyambar rumah penduduk.
Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta Pertamina fokus memadamkan api dan menyelamatkan korban dai peristiwa terbakarnya pipa BBM di Plumpang, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat, 3 Maret 2023 malam malam.
aErick mengaku langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk mendapatkan update terkini di lokasi kejadian.
“Saya sudah telepon Dirut Pertamina. Yang terpenting saat ini bagaimana Pertamina bersama sejumlah pihak segera bisa memadamkan api dan menyelamatkan korban serta warga sekitar,” ujar Erick pada Jumat 3 Maret 2023.
Tentang jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa itu, Erick menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. “Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kita semua sedih mendapatkan musibah ini,” ujar Erick.
Dia juga meminta Pertamina mengusut tuntas peristiwa itu dan berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan tindakan tanggap darurat di sekitar lokasi kejadian. Erick mengatakan aksi tindakan yang cepat menjadi keharusan dalam memimalisir dampak peristiwa tersebut, terutama untuk masyarakat sekitar.
“Segera monitor area di sekitar lokasi, segera ambil tindakan evakuasi warga yang berada di dekat lokasi tersebut. Utamakan keselamatan masyarakat dan para pekerja di sana,” ucap Erick.
Dia menegaskan peristiwa ini akan menjadi catatan penting bagi dirinya dalam mengevaluasi operasional Pertamina. Erick menilai evaluasi menjadi keharusan agar peristiwa seperti tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
“Sekarang fokus kita adalah segera melakukan penanganan korban, dan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan. Soal evaluasi, itu pasti akan dilakukan setelah nanti ada investigasi mendalam terkait kejadian ini,” kata Erick.***











