February 13, 2026
BERITA HEADLINE

Komnas HAM Catat 10 Korban Jiwa dalam Demonstrasi dan Kerusuhan

Elvy   Yusanti
  • September 3, 2025
  • 2 min read
Komnas HAM masih menyelidiki penyebab kematian sepuluh korban. Namun dugaan sementara, sebagian besar korban meninggal akibat kekerasan, termasuk penggunaan kekuatan aparat dan kerusuhan massa. Foto: Dok Komnas HAM

bacalah.id – Demonstrasi menolak tunjangan anggota DPR yang berujung kerusuhan dan penjarahan di Jakarta serta sejumlah kota lain meninggalkan duka mendalam. Selain kerugian materi miliaran rupiah, tragedi ini juga merenggut nyawa sepuluh orang.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam laporan Selasa (2/9/2025) menyebutkan, korban jiwa tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Solo, Makassar, Semarang, dan Manokwari.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan perlunya penegakan hukum bagi korban jiwa maupun korban luka.

“Kami mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan proses hukum, terutama bagi para korban meninggal dunia dan mengalami luka-luka yang diduga disebabkan oleh kekerasan aparat,” ujar Anis dikutip dari Antaranews.com.

Daftar Korban Jiwa

  1. Affan Kurniawan (Jakarta) – pengemudi ojol, tewas dilindas mobil taktis Brimob Polda Metro Jaya di Rusun Benhil.
  2. Andika Lutfi Falah (Jakarta) – pelajar SMKN 14, 16 tahun, meninggal usai dirawat di RS Mintoharjo akibat luka saat demo di DPR.
  3. Rheza Sendy Pratama (Yogyakarta) – mahasiswa Universitas Amikom, meninggal dengan luka berat dalam kericuhan di Ring Road Utara.
  4. Sumari (Solo, Jawa Tengah) – tukang becak, ditemukan lemas di dekat Gedung Parkir Ketandan saat bentrokan massa dan polisi.
  5. Saiful Akbar (Makassar, Sulsel) – pejabat Kesra Kecamatan Ujung Tanah, meninggal dalam kebakaran di DPRD Makassar.
  6. Muhammad Akbar Basri (Abay) (Makassar) – fotografer Humas DPRD Makassar, tewas terjebak kebakaran di DPRD.
  7. Sarinawati (Makassar) – staf DPRD Makassar, ditemukan meninggal di lantai tiga gedung DPRD akibat kebakaran.
  8. Rusmadiansyah (Makassar) – pengemudi ojol, tewas dikeroyok massa karena dituduh intel di depan Kampus UMI.
  9. Iko Juliant Junior (Semarang) – mahasiswa Universitas Negeri Semarang, meninggal di RS Kariadi setelah dianiaya.
  10. Septinus Sesa (Manokwari, Papua Barat) – meninggal diduga akibat gas air mata, meski masih dalam penyelidikan polisi.

Dugaan Penyebab

Komnas HAM menyatakan masih menyelidiki penyebab kematian sepuluh korban tersebut. Namun dugaan sementara, sebagian besar korban meninggal akibat kekerasan, termasuk penggunaan kekuatan aparat dan kerusuhan massa.

Tragedi ini kembali menegaskan pentingnya prinsip hak asasi manusia dalam penanganan aksi demonstrasi, serta tanggung jawab aparat untuk mengedepankan pendekatan persuasif agar tidak menimbulkan korban jiwa. ***

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *