
bacalah.id – Lagu “Terbuang dalam Waktu” milik Barasuara mencuri perhatian publik setelah menjadi soundtrack film Sore, Istri dari Masa Depan besutan sutradara Yandy Laurens. Dalam film yang dibintangi Dion Wiyoko dan Sheila Dara ini, Terbuang dalam Waktu bukan sekadar tembang pengiring, namun lirik dan aransemen lagu ini berhasil mengaduk-aduk emosi penonton karena relate dengan pengalaman banyak orang.
Lagu ini dikemas dengan indah oleh Gerald Simatupang sebagai komposer, liriknya ditulis oleh Asteriska (vokalis) dan Iga Massardi (vokalis/gitaris) telah didengarkan sebanyak 25,382 juta lebih di Spotify dan ditonton 5,74 juta di channel Youtube.
Meskipun menjadi soundtrack film yang tayang pada Juli 2025, lagu ini sendiri telah dirilis pada 18 Agustus 2023. Lagu ‘Terbuang dalam Waktu’ merupakan single ke-5 yang tergabung ke dalam album baru ke-3 Jalaran Sadrah karya Barasuara. Lagu Terbuang dalam Waktu menjadi ruh dari Film Sore, Istri dari Masa Depan dan membuat film drama ini bernyawa dan jadi perbincangan publik. Terbuang Dalam Waktu mendapatkan AMI Awards 2024 untuk kategori duo/grup/kolaborasi alternatif terbaik. Barasuara juga turut menyumbang satu lagu lainnya, “Pancarona” dalam film Sore, Istri dari Masa Depan.
Barasuara terdiri dari Iga Massardi, Asteriska, Puti Chitara (vocal), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum). Berdiri pada 2012 dengan genre rock alternatif, Barasuara telah menelurkan album yakni “Taifun” 2015, “Pikiran dan Perjalanan” pada 2018/2019, Single “Bangkit dan Berlari” pada 2020 dan “Jalaran Sadrah” pada 2022/2023 dimana terdapat Tembang “Terbuang dalam Waktu”.
Gerald Situmorang mengaku terharu dan nggak menyangka tembang Terbuang dalam Waktu bisa meledak. “Beda banget vibe nya dengan yang di music video. Pas ditempelin di film boom,” kata Gerald dikutip dari akun Barasuara Official Tik Tok, 9 Juli 2025.
Yandy Laurens sang sutradara Film Sore, Istri dari Masa Depan mengungkapkan, musik latar membantunya membayangkan karakter-karakter dalam cerita secara emosional. Sebelum mulai menulis naskah film biasanya ia membuat playlist kolaboratif di Spotify bersama produser, isinya lagu-lagu yang mewakili suasana film yang sedang dibuat. “Ketika lagu yang tepat ketemu dengan momen yang tepat dalam cerita, dampaknya sungguh luar biasa,” kata Yandy kepada pers, Kamis (10/7/2025).
Soundtrack sebuah film kadang hanya jadi pemanis, tidak sampai masuk ke dalam cerita. Namun buat Yandy justru sebaliknya. Musik latar Film Sore, Istri dari Masa Depan justru membantu mengembangkan sebuah cerita. Ia berkisah, ketika sedang menulis bagian tengah cerita ia memutar lagu “Pancarona” milik Barasuara. Dan Ketika dibaca liriknya relate dengan jalan cerita yang sedang ia tulis.
Yandy menuturkan, pertamakali mendengar lagi Terbuang dalam Waktu saat di parkiran bersama koleganya, Mita saat hendak meeting. “Kita berdua cengeng banget dan nangis karena merasa inline sekali. Kita mau berbicara tentang waktu. Dulu LDR dengan pacar jadi bisa ngerasain bagaimana perjuangannya. Setelah menikah perjuangannya nggak selesai. Bagian yang tidak mungkin terlewatkan dalam pernikahan dan relasi itu adalah waktu,” papar Yandy dikutip dari akun Cerita Film Tik Tok. Tembang “Terbuang dalam Waktu makin ciamik saat mendapat sentuhan orkestra yang composer kondang Erwin Gutawa. Mantaplah, sukses bikin merinding dan terharu tiap lagu ini diputar.
Selain dua lagu Barasuara, Musisi Adhitia Sofyan turut menyumbang lagu “Forget Jakarta” dan “Gaze” yang juga digunakan dalam versi web series serta Sheila on 7 mengisi film dengan lagu “Hingga Ujung Waktu” yang dirilis pada tahun 2002. Bravo untuk film dan musik Tanah Air. Makin hari makin berkualitas dan semoga bisa terus dicintai penggemar Tanah Air. ***
Lirik lengkap lagu “Terbuang Dalam Waktu” – Barasuara
Teringat seru suaramu menepis keraguan
Namun dewasa mengubah
Cara pandang dan keikhlasan bersaut dan bergulat
Terperai-perai menghilang
Perih yang terasa, sakit yang tak sirna
Harapan akankah ada?
Berputar arah
Angan tenggelam dalam kabut dan amarah
Luka terkuak dan menggebu tanpa arah
Tangis yang terbendung
Terbuang dalam waktu yang meluruh
Perih yang terasa, sakit yang tak sirna
Harapan akankah ada?
Berubah
Melihatmu bersemi dan bermekaran
Tawa candamu berikan kekuatan
Sisa hariku
Pagi berganti waktu memelukmu
Kita ‘kan tua dan kehilangan pegangan
Lihat senyummu memberikan kekuatan
Sisa nafasku
Cinta tak kenal waktu menjagamu











