Ingin Tanaman Anggrek Tumbuh Sehat? Siram dengan Air Leri
Siapa yang suka dengan keindahan Bunga Anggrek ? Ya, sudah tidak diragukan lagi, siapapun akan mengatakan tumbuhan bernama latin Orchidaceae ini sangat cantik. Tanaman ini tampak mewah dan elegan dengan warna-warna yang sedap dipandang. Karea kecantikannya, banyak yang mengira menanam Anggrek itu sulit dan butuh perawatan ekstra. Benarkah demikian ?

Desiana Widyawati (50) adalah kolektor Anggrek. Perempuan berkacamata ini memang senang merawat tanaman sejak masih gadis. Ia senang menanam tumbuhan unik seperti Bunga Keladi, Krisan dan juga Anggrek. Koleksinya lumayan banyak dan ia selalu menambah Anggrek yang ia miliki setiap saat. Bahkan, tak jarang ia menyempatkan waktu untuk berburu Anggrek.
“Seringnya beli di pasar khusus Anggrek di Kota Malang. Kadang beli di pedagang keliling yang seminggu sekali datang ke rumah. Harganya mulai Rp 25 ribu sampai Rp 500 ribu,” kata Desiana kepada terakota.com.
Mengaku tak terlalu paham jenis-jenisnya, Desiana mengaku suka dengan Anggrek Bulan karena variasi warnanya banyak dan cantik-cantik. Selain Anggrek Bulan, ia juga mengoleksi Anggrek Tanah. Lalu bagaimana perawatannya? Apakah sesulit yang dikira?

“Memelihara Anggrek sangat mudah. Letakkan di tempat teduh dan tidak setiap hari disiram. Saya seminggu sekali menyiram dengan air Leri (bekas cucian beras),” ujar Desiana.
Ia menambahkan, jika hujan turun, Anggrek tidak perlu disiram. Yang penting menurut Desiana, terkena air embun sudah cukup membuat Anggrek sehat. Tips saya disiram dengan air Leri dan terkena embun, jadi nggak perlu diberi vitamin Anggrek yang harganya lumayan mahal,” ungkapnya.
Sementara itu, Zossa Wardhana owner Defa Orchid, yang tinggal di Malang, Jawa Timur mengatakan, merawat Anggrek relative mudah dibandingkan tanaman lain. Tidak perlu terlalu sering disiram, Anggrek akan hidup.
“Lebih sulit merawat Tanaman Mawar atau Melati. Anggrek nggak kena air selama seminggu masih bisa hidup,” ungkapya. Ia menambahkan, yang penting saat merawat Anggrek rajin membuang daun dan batangnya yang layu dan juga jika ada budget lebih menyemprot dengan vitamin dan minyak ikan.

Di masa pandemi ini pejualan Anggrek meningkat karena orang-orang banyak yang nelakukan aktivitas di rumah. Menurut Zossa, selama pandemi, pembeli Anggrek di Defa Orchid meluas dari Sabang hingga Merauke. “Sampai saat ini, Anggrek Bulan yang paling banyak dicari. Alhamdulillah penjualan selama pandemi meningkat,” katanya.











