May 13, 2026
GAYA HIDUP HEADLINE

Kabupaten Temanggung Sukses Gelar Festival Wiwit Mbako dan Kopi

Elvy   Yusanti
  • August 22, 2022
  • 2 min read

Myterakota – Ribuan masyarakat, petani tembakau dan kopi berkumpul di alun-alun Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, 19-21 Agustus 2022. Mereka mengikuti ritual turun temurun yang dikemas dalam Festival Wiwit Mbako (Tembakau) dan Panen Kopi.

Bupati Temanggung A. Al Khadziq mengatakan acara ini sebagai bentuk dari mempertahankan tradisi turun temurun masyarakat Temanggung sebagai salah satu penghasil tembakau dan kopi terbaik di Indonesia. Acara puncak berlangsung Minggu (21/7)dihadiri ribuan petani tembakau dan kopi dari 20 kecamatan dengan doa bersama kemudian menyantap 1.000 ingkung ayam dan tumpeng.

“Hari ini petani tembakau dan kopi Tembakau berduyun-duyun ke alun-alun membawa ingkung dan tumpeng  untuk berdoa dan bermunajat bersama memohon kepada Allah supaya panen tembakau 2022 dan kopi berjalan lancaar dan bisa mendatangkan rezeki untuk masyarakat,” ungkap Khadziq. Ia berharap, harga tembakau dan kopi tinggi agar ekonomi masyarakat berjalan baik, mengingat tiga tahun terakhir harga dua komoditi turun dan efek covid-19.

Festival Wiwit Mbako dan Panen Kopi merupakan tradisi turun menurun masyarakat Temanggung. Dalam rangkaian acara yang diinisiasi Bupati Temanggung Khadizd ini, melibatkan komunitas kesenian yang menampilkan pertunjukan antara lain Jaran Kepang, Topeng Ireng dan Reog Ponorogo. “Antusias masyarakat terlihat dari yang hadir, ini pertamakali acara Wiwit Mbako dan Panen Kopi digelar oleh kabupaten, sebelumnya hanya di tingkat desa,” ungkap Khadziq.

Budayawan Temanggung Lukman Sutopo menambahkan, acara ini sebagai symbol bahwa petani tembakau dan kopi berdoa kepada Sang Pencipta dan menitipkan benih pada bumi agar hasilnya baik dan bisa untuk kesejahteraan masyarakat. “Cerita kakek saya yang  umurnya  98 tahun, sebelum petani mengolah lahan, sebelum tanam, saat awal petik, awal ngerajang ada selametan, dan sebelum panen raya ada selamatan,” ungkap Lukman.

BACA JUGA  Buka Sejak Tahun 1.800, Waroeng Jadoel Temanggung Ramai Diserbu Pengunjung

Tembakau dan Kopi sudah menjadi hidup masyarakat Temanggung. Ritual budaya dan doa-doa yang dipanjatan diharapkan mampu mensejahterakan dengan hasil panen yang bagus dan bisa dijual dengan harga mahal. Selanjutnya Khadizq berharap, petani Temanggung tetap menjaga kualitas tembakau dan kopi agar bisa terjual dengan harga yang diharapkan.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *