bacalah – Melakukan olahraga di sore atau malam hari dipercaya bisa mengontrol gula darah. Hasil penelitian ini dirilis 1 November 2022 lalu dan diterbitkan di jurnal Diabetologia, sebagaimana dikutip dari healthline.com. Berolahraga antara siang dan tengah malam secara signifikan dapat menurunkan resistensi insulin dibandingkan di jam lain. Jeroen van der Velde, PhD, dari Departemen Epidemiologi Klinis di Leiden University Medical Center kepada Healthline mengatakan, tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan istirahat dalam waktu tidak aktif, dengan kandungan lemak hati dan resistensi insulin pada pengidap diabetes usia paruh baya.
Tim peneliti menganalisis data dari studi Epidemiologi Obesitas Belanda (NEO) terhadap pria dan wanita berusia 45 dan 65 tahun yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) 27 atau lebih, atau mereka yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas sebanyak 6700 orang.
Semua peserta menjalani pemeriksaan fisik di mana sampel darah diambil untuk mengukur kadar glukosa darah dan insulin saat mereka berpuasa dan setelah makan. Mereka juga ditanyai tentang gaya hidup yang dijalani dan beberapa di antara mereka dipilih untuk diukur kadar lemak hati menggunakan pemindai MRI.
Sampel acak dari 955 peserta diberi akselerometer gabungan dan monitor detak jantung, digunakan selama empat hari berturut-turut untuk memantau gerakan dan aktivitas mereka. Rentang waktu dibagi menjadi tiga, pukul 06:00 sampai 12:00, 12:00 hingga 18:00, dan 18:00 hingga tengah malam, dengan proporsi total aktivitas fisik dari sedang hingga kuat.
Pengukuran ini digunakan untuk memperkirakan pengeluaran energi aktivitas fisik yang memungkinkan peneliti menentukan jumlah waktu yang dihabiskan di berbagai intensitas aktivitas. Hanya 775 orang dengan data lengkap yang dimasukkan dalam analisis. Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan menyebarkan aktivitas sepanjang hari, berolahraga di sore hari dikaitkan dengan pengurangan 18 persen resistensi insulin dan melakukannya di malam hari dengan pengurangan 25%.
Mereka juga menemukan fakta, waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat mengurangi kandungan lemak hati dan resistensi insulin. Namun, van der Velde dan tim tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam resistensi insulin antara aktivitas pagi dan olahraga yang tersebar merata sepanjang hari. ***










