Olahraga Bisa Jadi Obat Diabetes, Benarkah?

bacalah.id – Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah di atas normal. Penyakit ini kini menjadi masalah global serius, tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga pembangunan sosial-ekonomi.
Menurut International Diabetes Federation (IDF, 2021), terdapat 537 juta orang hidup dengan diabetes pada tahun 2021. Jumlah ini diperkirakan melonjak menjadi 783 juta pada 2045. Di Indonesia sendiri, peningkatan kasus banyak terjadi di perkotaan akibat gaya hidup tidak sehat, obesitas, serta faktor risiko lainnya.
Bisa Sembuh dengan Gaya Hidup Sehat?
Meski berbahaya, penelitian menunjukkan diabetes bisa dikontrol bahkan membaik dengan perubahan pola makan dan olahraga teratur. Dalam podcast bersama influencer Reza Pahlevi, dr. Tirta menjelaskan bahwa yang paling efektif mengontrol diabetes bukan sekadar menghindari gula, tetapi aktivitas fisik dan olahraga teratur.
Ia mencontohkan seorang penderita diabetes, Om Lili, yang dulunya setiap hari bergantung pada suntikan insulin. Setelah rutin bersepeda jarak jauh, ia berhasil lepas dari ketergantungan obat. Bahkan, Om Lili sukses menuntaskan lomba Bentang Jawa sejauh 1.500 km dari Anyer ke Banyuwangi.
“Olahraga bisa dilakukan di usia berapa pun. Semakin muda memulai, semakin panjang kualitas otot dan harapan hidup di masa tua,” jelas dr. Tirta.
Bukti Ilmiah Pentingnya Olahraga untuk Diabetes
Studi yang dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) menegaskan bahwa olahraga merupakan komponen utama pencegahan dan pengobatan diabetes. Aktivitas fisik terbukti mampu:
- Meningkatkan kerja insulin.
- Membantu tubuh membuang glukosa berlebih.
- Menurunkan tekanan darah dan berat badan.
- Mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.
Bahkan, Standar Perawatan Medis Diabetes 2025 dari American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan penderita diabetes melakukan:
- 150 menit aktivitas aerobik sedang hingga berat per minggu, dibagi minimal 3 kali seminggu.
- 2–3 sesi latihan ketahanan (strength training) setiap minggu.
Olahraga yang teratur terbukti dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 40%, sekaligus meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes.
Olahraga bukan hanya cara menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi terapi utama dalam mengontrol diabetes. Bagi penderita diabetes, aktivitas fisik teratur bisa membantu menstabilkan gula darah, mengurangi komplikasi, dan memperpanjang harapan hidup. ***











