Pelabuhan Sunda Kelapa Kini, Masih Jadi Sumber Pencaharian Masyarakat

bacalah.id – Jika mengunjungi kawasan Jakarta Kota dan mengamati bangunan tua disana, ingatan kita akan melayang ke masa lalu. Bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Jakarta Kota, Gedung Museum Bank Indonesia, Taman Fatahillah, Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kelapa dan masih banyak lagi.
Bangunan peninggalan Belanda ini mengisahkan perjalanan terbentuknya Kota Jakarta, bermula dari kedatangan para saudagar dari negeri lain. Pelabuhan Sunda Kelapa, menurut catatan sejarah memiliki peran penting dalam jalur perdagangan rempah internasional. Dikutip dari website jalurrempah.kemdikbud.go.id, Pelabuhan Sunda Kelapa sejak masa awal sejarah hingga akhir abad 18, secara terus-menerus menjalankan fungsi utama sebagai pusat pelabuhan komersial.

Aktivitas perdagangan tidak berhenti sampai di kawasan pelabuhan, namun meluas hingga merintis perbankan, sarana transportasi yakni kereta api, hingga membentuk aktivitas sosial yang lain. Pelabuhan ini diperkirakan terbangun sejak abad IV pada masa Kerajaan Tarumanegara berdasarkan catatan Prasasti Tugu yang menyebut penggalian Sungai Candrabhāga dan Gomati.
Melansir website pelindo.co.id, Pelabuhan Sunda Kelapa mulai dikenal pada abad ke-12 sebagai pelabuhan singgah kapal-kapal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan dan Timur Tengah. Para saudagar itu mengangkut porselen, kopi, kain sutra untuk ditukar dengan rempah-rempah dan hasil perkebunan lainnya.
Kini Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan bongkar muat barang dan petikemas. Pelabuhan ini disinggahi kapal-kapal antar pulau dan pelayaran rakyat yang menggunakan kapal Phinisi atau Bugis Schooner dengan bentuknya yang khas. Komoditas yang diangkut selain kayu adalah bahan kebutuhan pokok, barang kelontong, dan bahan bangunan.
Jumat siang (9/12/2022) cuaca agak mendung. Aktivitas di Pelabuhan Sunda Kelapa terlihat ramai. Beberapa buruh tampak teristirahat di dekat perahu sandar. Sementara sebagian lainnya terlihat sibuk mengakut barang untuk diturunkan dari kapal atau dinaikkan ke atas kapal. Truk besar dan kecil terlihat mondar mandir di kawasan pelabuhan yang sebagian tergenang air, suaranya bising sehingga harus berteriak kalau mereka berbicara satu sama lain.

Suyatno, buruh angkut yang telah belasan tahun kerja sebagai buruh di Pelabuhan Sunda Kelapa mengatakan, aktivitas di pelabuhan sudah kembali normal setelah dibukanya kembali paska pandemi. “Saya lagi istirahat ngangkut barang ke dalam kapal. Nanti sore mau berangkat ke Ketapang,” kata Suyatno.
Pelabuhan Sunda Kelapa terletak di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelabuhan ini memberikan keuntungan ekonomi terhadap warga sekitar seperti Suyatno dan beberapa perempuan yang menjajakan makanan dan minuman di area pelabuhan. Menarik mengamati aktivitas di sekitar pelabuhan, sambil hunting foto di spot-spot menarik seperti petikemas dan kapal-kapal yang bersandar. Oiya, saya jalan kaki dari Stasiun Jakarta Kota menuju ke Pelabuhan Sunda Kelapa, menyusuri kawasan kota tua. Pelabuhan Sunda Kelapa dahulu dan kini, tetap hidup dan menjadi pusat perekonomian masyarakat. ***











