May 21, 2026
BERITA INTERMEZO NEWS UPDATE

“Kerak Telur”, Tetap Bertahan dari Gempuran Makanan Asing

Elvy   Yusanti
  • December 22, 2022
  • 2 min read
Ata, warga Pejaten, Pasar Minggu berjualan Kerak Telur sejak 1994. Foto : Elvy Yusanti

bacalah.id –  Kerak telur adalah satu dari sekian banyak makanan khas Betawi. Makanan dengan bahan baku beras ketan putih, telur ayam atau bebek, serundeng, bawang goreng, ebi dan bumbu lain seperti jahe, kencur, lada, garam dan gula pasir ini sulit ditemui penjualnya. Kalaupun ada, hanya saat momen seperti HUT Kota Jakarta atau bazar di hari tertentu.

Nah jika kalian kepengen makan Kerak Telur, datanglah ke Kota Tua, Jakarta. Di sana ada Bang Ata yang berjualan Kerak Telur sejak tahun 1994. “Saya tiap hari jualan di sekitar sini. Saya ajak ponakan juga buat bantuin jualan,” kata Ata.

Rabu siang, 21 Desember 2022 kawasan Kota Tua ramai pengunjung. Maklum saja, anak-anak sekolah sudah mulai libur akhir tahun. Terlihat beberapa orang memesan Kerak Telur buatan Bang Ata yang per porsi dibandrol Rp 25. 000 jika menggunakan telur ayam dan Rp Rp 30.000 telur bebek.

Ia  menggunakan pikulan untuk berjualan untuk memudahkan berpindah lokasi. Bisa di lapangan Taman Fatahillah atau sekitaran Stasiun Jakarta Kota. Karena area ini cukup luas, Ata mengajak keponakannya untuk berbagi wilayah. “Dulu saya, ponakan saya jualan di Pejaten, Pasar Minggu. Lalu pindah kesini karena Pejaten sepi,” ungkapnya.

Kerak Telur teksturnya lembut meskipun ada campuran beras ketan, dan rasanya gurih dari bawang goreng. Foto: Elvy Yusanti

Mula-mula Ata menyalakan tungku arang, kemudian memanaskan wajan bertangkai dan memasukkan ketan putih. Kemudian memasukkan telur, ebi, bumbu lalu diaduk dan ditipiskan di wajan. Agar matangnya merata, wajan dibalik hingga adonan membentuk kerak. Setelah itu baru diberi taburan serundeng dan bawang goreng.  

Aroma serundeng dan harum telur menyatu.  Jika sedang ramai, Ata bisa menjual 50 hingga 100 porsi per hari. Di antara jajanan khas Betawi di seputaran Kota Tua, Kerak telur termasuk yang dicari. Sebetulnya ada juga penjual Es Selendang Mayang, tapi hari itu tidak terlihat.

Ata, adalah satu dari sedikit pedagang makanan khas Betawi yang masih bertahan di tengah serbuan makanan impor di Jakarta. Jadi jika kalian kangen makan Kerak Telur, datanglah ke Kota Tua, sekalian jalan-jalan di area sekitarnya seperti Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri atau Museum Fatahillah untuk mengenal sejarah Kota Jakarta.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *