May 9, 2026
GAYA HIDUP HEADLINE

Nabung Yuk, Biar Liburan Keluarga Tak Cuma Jadi Angan-angan

Elvy   Yusanti
  • June 11, 2025
  • 3 min read
Pakar keuangan biasanya menyarankan untuk mengalokasikan 5-10% dari pendapatan tahunan bersih untuk liburan keluarga. Foto: Elvy Yusanti

bacalah.id – Liburan bersama keluarga adalah momen yang dinantikan banyak orang. Sayangnya, tidak sedikit keluarga yang mengurungkan niat berlibur karena khawatir soal biaya. Padahal nggak harus khawatir ya, karena liburan keluarga bisa disesuaikan dengan budget yang ada. Nggak harus ke luar negeri atau ke luar kota. Meskipun harapannya demikian ya, siapa sih yang nggak pengen liburan seru dengan mengunjungi negara atau daerah yang belum pernah didatangi sebelumnya ?

Pakar keuangan biasanya menyarankan untuk mengalokasikan 5-10% dari pendapatan tahunan bersih untuk liburan keluarga. Jumlah ini dapat bervariasi berdasarkan banyak faktor seperti tingkat pendapatan, jumlah keluarga dan tentu saja kewajiban pengeluaran yang harus didahulukan. Misalnya dalam satu keluarga memiliki penghasilan Rp 10 juta per bulan, atau per tahun Rp 120 juta. Maka bisa menyisihkan Rp 6 juta hingga Rp 12 juta untuk liburan. Tentu saja setiap keluarga punya rules yang berbeda-beda terkait budget dan rencana liburan. Ada yang secara rutin menjadwalkan, namun ada juga yang tergantung kondisi finansial.

Jika kita disiplin untuk menyisihkan dana dan dikelola dengan baik, maka liburan bersama keluarga nggak cuma jadi angan-angan. Foto: Dok Pribadi

Ada beberapa hal yang perlu dicatat dalam mengatur pengeluaran liburan:

Tetapkan Tujuan dan Waktu Liburan

Ada baiknya menyusun rencana liburan jauh-jauh hari. Tujuannya, biaya yang dibutuhkan dan yang tak kalah penting waktu yang tepat dimana anggota keluarga bisa libur secara bersama. Bisa saja menetapkan waktu tepat dengan adanya harga promo penerbangan atau hotel.

Hindari Musim Liburan

Meskipun agak sulit, cara menghemat biaya liburan bisa dengan menghindari waktu peak season dimana di saat-saat itu tiket kendaraan dan hotel harganya tinggi. Namun jika budgetnya mencukupi ya oke saja. Menghindari peak season selain terkait biaya juga biasanya crowded, karena banyak orang yang memanfaatkan waktu libur untuk bepergian. Jika bisa cuti kerja itu lebih baik, meskipun harus mempertimbangkan yang masih sekoah / kuliah. Bukankan waktu liburan kita ingin suasana yang antai dan nyaman ya?

BACA JUGA  Jennie BLACKPINK Pamer Foto Liburan Sebelum Musim Panas

Hitung Estimasi Biaya Secara Rinci

Ada baiknya menyusun dengan detail pengeluaran mulai dari transportasi, penginapan, makanan, tiket wisata, hingga oleh-oleh. Pengalaman yang penulis rasakan, terkadang budget makan dan oleh-oleh seringkali tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan sejak awal. Tiba-tiba lapar mata, sehingga jajan yang tidak penting dilakukan. Tiba-tiba saja persediaan uang menipis sementara liburan belum berakhir.

Jangan Gunakan Utang untuk Liburan

Nah ini yang penting. Menggunakan utang untuk jalan-jalan adalah kesalahan. Masa pulang liburan yang seharusnya happy malah jadi beban karena ada utang baru? Jika memang secara keuangan belum siap liburan, pertimbangkan liburan tipis-tipis dulu. Bepergian di dalam kota misal trekking, ke tempat wisata, museum atau kulineran ke pasar-pasar yang sekarang lagi hits.

Liburan keluarga bisa makin merekatkan ikatan persaudaraan dan melepas penat. Jika kita disiplin untuk menyisihkan dana dan dikelola dengan baik, maka liburan bersama keluarga nggak cuma jadi angan-angan. ***

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *