August 30, 2026
BERITA HEADLINE INTERMEZO

Hansi Flick, Kejutan Budaya yang Dibutuhkan Barcelona

Sakura Hanada
  • June 5, 2024
  • 3 min read

bacalah.id – Hansi Flick baru saja ditunjuk sebagai pelatih baru Barcelona menggantikan Xavi Hernandez musim depan. Teken kontrak dua tahun di Camp Nou, pelatih asal Jerman itu disebut-sebut sebagai kejutan budaya yang dibutuhkan Barca saat ini.

Dalam beberapa pekan ke depan, Barca dipastikan akan terus berkonsentrasi pada perekrutan pemain, yang kemungkinan akan sama pentingnya dengan siapa yang akan dijual Barca, ketika mereka membangun skuad baru yang sesuai dengan keinginan Flick.

Ada hal yang tak banyak dibicarakan – karena kita tak akan menyaksikan skuad Barca asuhan Flick beraksi hingga awal pramusim di penghujung bulan Juli, adalah bagaimana tim Catalan itu akan bermain.

Flick yang sebelumnya mengasuh Bayern Munchen selama 18 bulan, dan dua tahun menjadi pelatih Timnas Jerman yang akhirnya dipecat, sejauh ini tawarkan lebih banyak pertanyaan dibandingkan jawaban. Namun, ada satu hal yang pasti adalah, Flick menjadi kejutan budaya yang benar-benar dibutuhkan Barcelona saat ini.

Pelatih berusia 59 tahun itu muncul – entah dari mana, saat ia mengasuh Bayern, dan hanya sedikit orang yang mengakui kehebatannya. Hasilnya, ia memenangkan Sextuple dan gelar juara Bundesliga kedua dalam waktu kurang dari dua tahun tugasnya di Bayern.

Awalnya, diungkapkan Barca Blaugranes, Flick tunjukkan gaya permainan Gegenpressing yang sangat Jerman, tapi kemudian pelan-pelan berkembang menjadi mesin yang ofensif dan agresi pertahanan yang menyeluruh, serta bervariasi.

Gaya permainan yang diterapkan Flick kemudian menggemparkan Jerman dan Eropa, hingga menjadikan televisi mingguan Bayern Munchen wajib ditonton selama satu setengah tahun.

Lalu, secara mengejutkan Flick pindah ke tim nasional, mengawalinya dengan semangat, tetapi ia harus hadapi situasi aneh di Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), hingga akhirnya Jerman bahkan tak lolos fase grup Piala Dunia, dan Flick pun dipecat – setelah dua tahun memandu Die Mannschaft, dengan koleksi 12 kali menang dalam 25 pertandingan.

Setelah hampir empat tahun yang sangat intens tampilkan titik tertinggi dan terendah di puncak permainan, entah bagaimana Flick masih merupakan kuantitas yang tak diketahui di level ini dan bisa manfaatkan keberadaannya di Barca untuk menjawab pertanyaan, apakah dia benar-benar seorang pemenang, ahli taktik klub dan manajer cerdas atau hanya seorang pelatih yang biasa-biasa saja.

Masih ada banyak hal yang kita tidak ketahui. Namun, apa yang ditunjukkan Flick dengan jelas dan konsisten, termasuk di Timnas Jerman – tak diragukan lagi, dia pelatih agresif dan suka menyerang, serta menginginkan bola kembali secepat mungkin, sehingga timnya bisa menciptakan peluang gol sebanyak-banyaknya.

Hal-hal mendesak barangkali terdengar seperti musik di telinga para pecinta Blaugrana – di masa kejayaan Pep Guardiola, namun hal-hal yang menyerang secara langsung jelas-jelas bukan sesuatu yang biasa mereka lakukan. ***

Sakura Hanada
About Author

Sakura Hanada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *