May 8, 2026
GAYA HIDUP HEADLINE

Trekking ke Curug Nangka Pakai Daster? Why Not!

Elvy   Yusanti
  • June 16, 2025
  • 3 min read
Medannya nggak terlalu berat, jaraknya pun dekat. Boleh dicoba nih trekking ke Curug Nangka dari penginapan di sekitarnya. Foto: Koleksi Elvy Yusanti

bacalah.id – Siapa bilang trekking harus pakai outfit lengkap ala pendaki profesional? Di Curug Nangka, Bogor, ternyata daster pun bisa jadi kostum petualangan. Ya, kamu nggak salah baca, daster! Tapi jangan salah, perjalanan ini tetap seru, segar, dan bikin hati adem.

Pagi itu, Minggu, 15 Juni 2025, udara dingin dan sejuk menyelimuti Villa Harmain di Ciapus, Bogor. Villa kayu yang homey banget ini jadi titik awal perjalanan kami menuju Curug Nangka yang katanya deket banget. “Ke Curug Nangka cuma 15 menit aja, Bu,” kata Mang Acun, penjaga villa yang juga bantuin kami siapin sarapan.

Sekitar pukul 07.30 pagi, saya bareng tiga teman, Elik, Migyanti, dan Nuning mulai jalan kaki menyusuri hutan yang segar dan hijau yang dikelola Perhutani. Jalurnya teduh, banyak pohon tinggi, dan suara burung jadi backsound alami yang bikin makin semangat. Setelah 10 menit, kami sampai di pintu masuk Taman Nasional Halimun Salak. Tiket masuknya Rp 45 ribu per orang, dan dari sana, petualangan ke air terjun dimulai!

Sekitar 20 menit jalan dari Villa Harmain, udah sampai di Curug Nangka. Foto: Mang Dodi / Curug Nangka

Di kawasan ini ada tiga air terjun utama: Curug Nangka, Curug Daun, dan Curug Kaung. Karena masih pagi dan belum banyak pengunjung, kami pilih rute ke Curug Nangka yang paling dekat. Perjalanan sejauh 1,5 km dari villa ditempuh sekitar 20 menitan. Jalurnya nggak terlalu nanjak, tapi cukup bikin tubuh berkeringat. Cocok banget buat yang pengen trekking tipis-tipis.

Nah, di sinilah keseruan dimulai. Outfit saya pagi itu: daster tidur semalam yang ditambah jaket dan sepatu. Elik pun sama, pake piyama tidur dan sepatu. “Wah, pakaiannya antimainstream!” kata Nuning sambil ketawa. Saya jawab santai, “Kapan lagi bisa trekking pakai daster?”

Setelah melewati jalur bebatuan dan sungai kecil yang airnya bening, tibalah kami di Curug Nangka. Airnya jernih, jatuh dari tebing dengan suara yang menenangkan. Nggak deras banget, jadi aman buat main air ringan atau duduk-duduk di batu sambil nyelupin kaki.

Meskipun cuma pake outfit piyama dan daster bisa sampe juga di Curug Nangka. Hehehe. Foto: Mang Dodi / Curug Nangka

Petualangan ini makin lengkap karena kami ditemani Mang Dodi, petugas kebersihan taman yang ternyata jago motret. Serius, gaya dia megang kamera HP kayak fotografer profesional. Mulai dari angle, arahan gaya, sampai hasil fotonya, semuanya kece!

Setelah puas foto-foto dan menikmati udara segar, kami memutuskan balik sebelum lokasi ramai. Meski cuma sebentar, trekking ini beneran jadi pelepas penat yang efektif. Pemandangan hijau, suara alam, dan air terjun yang adem sukses recharge pikiran dan hati. Curug Nangka bukan cuma tentang air terjun. Tapi tentang jeda. Tentang waktu singkat yang penuh makna. Tentang daster yang mendadak jadi kostum petualangan.

Kalau kamu lagi suntuk sama rutinitas, coba deh ikut jejak kami. Siapa tahu kamu juga bisa nemu kedamaian yang nggak sengaja… walau cuma pakai daster. Hehehe ***

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *