Rawon, Si Kuah Hitam Gurih dari Campuran Kluwek
Myterakota – Untuk penyuka Rawon tentu tidak asing dengan Kluwek. Ya, Kluwek adalah bahan baku Rawon, makanan khas Jawa Timur yang kuahnya berwarna hitam. Kluwek yang juga disebut Pucung dipercaya memiliki kandungan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu juga mencegah Anemia, menurunkan risiko radang sendi akibat asam urat serta mencegah jantung dan stroke.

Kluwek adalah bahan utama yang digunaka untuk memasak Rawon. Karena jika tidak menggunakannya, masakan lebih mirip Soto. Karena memang bumbu yang digunakan membuat Rawan sama dengan bumbu Soto Daging Sapi. Jika membeli Rawon di kedai makan harga berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung daging sapi yang digunakan. Ada yang menggunakan daging has dalam plus Tetelan atau bagian lemak sapi bahkan ada yang ditambahkan dengan bagian tulang/kaki sapi.
Di Jawa Timur, Rawon termasuk makanan yang sangat populer dan menjadi favorit. Tidak seperti Soto yang banyak dijual, Rawon termasuk langka. Menu ini biasa kita temui di warung makan ala Jawa Timur. Nah, kalau lagi pengen makan Rawon tapi sulit mencari pembelinya kenapa nggak kita membuatnya sendiri. Gampang kok, ikuti resep di bawah ini ya.

Bahan :
500 gram Daging Sapi, campur dengan Tetelan/bagian tulang untuk mendapatkan kaldu yang gurih
6 siung Bawang Putih
12 siung Bawang Merah
6 butir Kemiri
1 ruas jari Kunyit
1 ruas jari Jahe
½ sdt Lada utuh
1 sdt Ketumbar
5-6 buah Kluwek
Lengkuas, Daun Salam, Daun Jeruk, Sereh dan irisan daun bawang secukupnya
Jika suka, tambahkan cabe merah besar
Cara Membuat:
1. Rebus daging hingga setengah empuk
2. Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas, daun salam, daun jeruk dan sereh
3. Tumis bumbu hingga matang, masukkan ke dalam rebusan daging
4. Tambahkan garam, sedikit gula dan kaldu bubuk
5. Test rasa, angkat dari kompor jika daging telah empuk
Sajikan Rawon dengan Kecambah, Sambal Terasi, perasan Jeruk Nipis, Telur Asin, Mendol Tempe dan Krupuk Udang. Di rumah saya, Rawon jadi menu favorit anak-anak. Kuahnya yang berwarna hitam, tidak terlalu encer rasanya gurih sedap. Sekali makan satu piring tidak cukup, pasti nambah lagi. Nah jika ada waktu, kenapa nggak membuat sendiri ?










