Pola Asuh Orangtua Kita Adalah Ilmu Parenting Terbaik
JAKARTA – Kita meyakini, tidak ada orangtua yang mengajarkan hal buruk kepada anak-anaknya. Mengajarkan hal-hal baik seperti kejujuran, disiplin, saling menghormati adalah pembelajaran yang diberikan orangtua kepada anak-anaknya dengan gaya yang berbeda-beda.
Pola asuh orangtua akan memengaruhi kepribadian anak-anaknya. Biasanya pelajaran paling berharga yang diterima dari orangtua akan diteruskan untuk mendidik anak-anaknya kelak.
Diana Baumrind, psikolog dari Universitas California di Barkeley pada tahun 1960 membuat teori, bahwa anak-anak prasekolah menunjukkan jenis perilaku yang berbeda. Menurutnya, setiap jenis perilaku sangat berkorelasi dengan pola pengasuhan. Dikutip dari situs parentingforbrain.com, teori Baumrind menyatakan ada hubungan yang erat antara tipe pola asuh orang tua dengan perilaku anak.
Diana Baumrind sendiri dikenal karena mengkategorikan gaya pengasuhan menjadi empat, Pertama Pola Asuh Permisif atau toleran/penuh kesabaran. Kedua Pola Asuh Otoritatif atau demokratis. Ketiga Pola Asuh Otoriter dan Keempat Pola Asuh Mengabaikan.
Keempat pola asuh di atas memiliki dampak terhadap karakter anak-anak. Tapi saya akan membahas dampak pola asuh pada karakter anak pada tulisan berikutnya. Saya ingin fokus pada keingintahuan banyak orangtua, bagaimana menemukan pola asuh yang tepat untuk anak-anaknya. Mencari berbagai teori, bahkan tak jarang harus berkonsultasi dengan psikolog, terutama jika anaknya dianggap bermasalah.
Saya mengingat dengan baik pola asuh yang diterapkan almarhum ibu saya, Siti Zaenab. Beliau pekerja keras, disiplin, jujur dan memiliki rasa empati yang tinggi. Sebagai single parent dengan 10 anak, ibu yang hanya bersekolah tidak sampai lulus SD, mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai kebaikan yang tidak hanya dikenang tetapi juga berusaha dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari hingga saat ini.

Ada banyak teori pengasuhan anak yang bisa kita baca dan pelajari. Atau kita meminta pendapat psikolog atau sharing dengan kerabat atau teman. Tapi dari semuanya itu, teori pengasuhan apa yang paling tepat untuk anak-anak kita?
Teori pengasuhan dari para ahli atau orang yang berpengalaman hanya dijadikan referensi, disesuaikan dengan kebutuhan. Lalu, teori mana yang akan kita terapkan?
Saya berpendapat, pola pengasuhan yang dijalankan orangtua kita adalah yang terbaik. Meneladani ilmu dan pendidikan yang diajarkan oleh orangtua saat kita masih kecil menjadi dasar dan bekal kuat untuk kita mendidik anak-anak. Hanya saja, kita perlu melakukan modifikasi, disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan jaman.
Kita tidak bisa melarang anak-anak main gadget, karena mereka hidup di era digital. Meski demikian, senantiasa mengingatkan nilai-nilai kebaikan dengan menjadikan diri kita sebagai role model. Yang terpenting, selalu mengupgrade pengetahuan kita agar bisa menerapkan pola asuh terbaik sesuai dengan karakter anak-anak. Semoga!











