April 17, 2026
GAYA HIDUP NEWS UPDATE

Tips Cegah Depresi, Tenang dan Tidak Overthingking!

Elvy   Yusanti
  • November 22, 2022
  • 2 min read
Cegah dengan bersikap tenang dan jangan overthingking. Foto: Freepik.com

bacalah.id – Hingga saat ini penyebab depresi tidak diketahui secara pasti. Beberapa kemungkinan bisa menyebabkan di antaranya trauma masa lalu, KDRT, masalah pekerjaan dan kondisi seseorang yang introvert.

Belum lama ini, aktor senior Rudy Salam wafat di usia 73 tahun setelah 7 tahun mengalami  depresi sebagaimana pengakuan keluarganya. Tidak ada sakit yang diderita, hanya saja sudah tidak bisa berjalan dan almarhum seorang introvert.

“Seseorang yang introvert, memendam masalah dan enggan bercerita rentan mengalami depresi,” ungkap dr Sonny Chandra, SpKJ, Spesialis Kesehatan Jiwa RS Puri Cinere, Depok dalam live Instagram belum lama ini.

Menurut Sonny, seseorang yang kepribadiannya tertutup juga rentan mengalami gangguan kejiwaan, bipolar, dan schizophrenia. “Setiap orang punya kapasitas dalam hal menampung masalah yang dia alami,” tambahnya.

Sonny membagi tips agar bisa terhindar dari depresi. Bersikap tenang dan tidak berpikir berlebihan adalah sikap yang harus dilakukan. “Identifikasi masalah yang dihadapi,  apakah ringan, sedang atau berat. Kalau ringan lakukan hal yang membuat kita nyaman, jangan semua dipikirin dan ingin diselesaikan sekaligus,” jelasnya.  

Ia menambahkan, terkadang masalah datang secara bersamaan. Soal pekerjaan, keluarga atau hubungan sosial. Jika mengalami hal tersebut, harus membuat klasifikasi masalah berdasarkan prioritas, penting atau tidak, dari yang ringan sampai berat.

Ada dua hal yang harus diperhatikan saat mengalami depresi, faktor eksternal dan faktor internal. Contoh faktor eksternal, misal pertengkaran orangtua yang menyebabkan mereka sering marah di rumah. Maka yang harus dikuatkan adalah diri sendiri. Karena anak tidak selalu bisa menyelesaikan masalah yang dialami orangtuanya.

Mengatasi depresi juga dengan belajar menyikapi masalah sekaligus mengontrol  kecemasan. “Yang sering terjadi jika mengalami masalah,  menyikapinya terlalu berlebihan, overthingking. Kita harus pandai memanage masalah,” papar Sonny.

Penelitian menyebutkan, wanita lebih berfokus pada emosi dan merenungkan masalah  dalam pikiran, sementara pria cenderung melupakan masalah mereka. Berdasarkan hipotesa, sikap ruminatif (kondisi memikirkan satu hal tanpa henti)  dapat menyebabkan  depresi yang lebih lama dan lebih parah.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *