Deteksi Dini Mudahkan Penanganan Hipospadia
bacalah.id – Masih ingat peristiwa yang dialami Aprilia Manganang, mantan atlet voli nasional yang statusnya berubah dari perempuan menjadi laki-laki? Aprilia yang kini bernama Aprilio diketahui mengalami hipospadia dan telah menjalani operasi.
Hipospadia adalah kondisi lubang kencing berada di bagian bawah dan bukan di ujung penis. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi dengan riwayat keluarga hipospadia.
“Gejala Hipospadia antara lain, saat lahir penis bengkok, kulit penis tidak lengkap, bagian bawahnya hilang, dan lubang penis di bagian bawah,” kata dr Caesar Khirul Wallad, SpU RS Puri Cinere, Depok dalam Instagram Live, Kamis (17/11).
Caesar menjelaskan, jika lubang semakin ke arah bawah penis, maka kasus Hipospadia makin berat penanganannya. “Untuk itu, sejak bayi lahir orangtua harus memeriksa alat kelamin anak secara detail. Agar penanganan bisa sejak dini bisa dilakukan,” ungkapnya.
Pemeriksaan penis bayi laki-laki bisa dilakukan dengan memerhatikan testis bagian kanan dan kiri juga. Karena hipospadia terkadang muncul disertai dengan kelainan lainnya. Pemeriksaan yang dilakukan secara fisik, tidak perlu melalui USG ataupun CT Scan.
Menurut Caesar deteksi awal dari orangtua sangat penting agar koreksi anatomi bisa segera dilakukan, setidaknya sebelum anak memasuki usia sekolah. “Efek hipospadia adalah anak sering dianggap sebagai perempuan karena jika buang air kecil jongkok. Selan itu, efek psikisnya juga tidak percaya diri.
Caesar menjelaskan, operasi rekonstruksi adalah satu-satunya cara yang dilakukan pada pasien hipospadia. Anak dengan hipospadia tidak menjalani khitan karena kulit lebih akan digunakan untuk membuat saluran uretra saat operasi. “Mengapa penanganan sejak dini sangat dianjurkan, karena penyembuhannya lebih cepat dibanding saat dewasa. Proses bengkak tidak separah saat dewasa,”ungkap Caesar. Saat operasi akan dilakukan pemasangan selang tipis ke bagian perut dan tidak boleh kena urine. Jadi dokter akan membuat saluran kencing melalui jalan lain.
Lalu kapan bayi anak dengan kondisi hipospadia sudah bisa diberi tindakan operasi ? “Jika usia 6 bulan bentuk penis sudah bagus maka operasi siap dilaksanakan. Operasi biasanya dilakukan secara bertahap, jika kondisi penis ekstrim bisa 2-3 kali operasi,” jelas Caesar.
Dikutip dari ners.unair.ac.id, penyebab hipospadia menurut para antara lain: gangguan dan ketidakseimbangan hormon androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria). Atau bisa juga karena reseptor hormon androgennya sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada.
Kedua, faktor genetika yakni gagalnya sintesis androgen. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengodesintesis androgen tersebut, sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi.
Ketiga, Prematuritas peningkatan insiden hipospadia ditemukan di antara bayi yang lahir dari ibu dengan terapi estrogen selama kehamilan. Keempat faktor lingkungan yakni polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi.












