June 4, 2026
GAYA HIDUP HEADLINE

Sebelum dicat, Kenali Kondisi Tembok Rumah

Elvy   Yusanti
  • December 27, 2021
  • 3 min read

Memiliki rumah dengan suasana yang nyaman dan sedap dipandang mata adalah dambaan setiap orang. Salah satu bagian yang penting adalah pemilihan cat tembok yang tidak saja terlihat apik tetapi mampu melindungi bagian dalam bangunan agar  terbebas dari abrasi jamur atau  benturan.

Mendekorasi ruangan interior dengan warna tembok yang cantik bisa disesuaikan  dengan furnitur  dan  pernak – pernik rumah. “Pemilihan warna-warna cat ruangan dalam yang sesuai  akan membentuk harmonisasi  keindahan yang bisa membangun mood penghuninya,” ungkap Irman Choirudin, Branch Manager PT SEIV Indonesia.

Ruangan yang paling sering digunakan salah satunya ruang keluarga dan kamar tidur. Ruang keluarga adalah tempat bercengkerama anggota keluarga dan kamar tidur merupakan ruang privat yang  mengutamakan ketenangan baik dalam pemilihan warna maupun penerangannnya.

“Karena termasuk ruangan yang sangat pribadi sehingga warna yang dipilih menyesuaikan dengan pemakainya agar  memberikan efek psikologis yang sangat positif. Sudah seharusnya ruangan privat dibangun dengan suasana yang menenangkan dan  membantu pemulihan kondisi badan yang lelah setelah seharian beraktifitas,” ungkap Irman.

Ada banyak pilihan warna untuk mengecat interior sesuai karakter dan selera penghuninya. Namun, yang tak kalah pentingnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu masalah-masalah saat pengecatan. Apa saja ya?

BLISTERING

Lapisan cat naik membentuk gelembung dari dasar permukaan yang disebabkan karena berkurang atau hilangnya daya rekat cat terhadap dinding. Penyebabnya bisa karena permukaan dinding saat dilakukan pengecatan lembab atau belum kering sempurna, banyak kotoran atau  merembesnya uap air pada cat.

“Solusinya dinding dikerok lalu dibersihkan permukaan dari serbuk-serbuk kapur, lapisan minyak dan kotoran-kotoran yang masih tertinggal dengan sistem pembersihan dan melapisi dengan cat dasar,” ungkap Irman.

EFFLORESCENE

Efflourescence ditandai dengan dinding berkerak, tumpukan garam berwarna putih diatas permukaan dinding dengan pola bercak seperti  rembesan air. Penyebabnya karena kurang sempurnanya persiapan permukaan pada saat pembersihan efflourescence yang sudah timbul sebelum aplikasi pengecatan.

“Jika penyebabnya adalah kondisi ruang yang lembab, sebaiknya memper-baiki sumber/penyebab lembab tersebut, mungkin ada genteng bocor, saluran air yang retak, ventilasi untuk daerah-daerah lembab seperti dapur, kamar mandi, dibuat sirkulasi udaranya lebih baik,” jelasnya.

FUNGUS

Jamur adalah masalah yang paling sering timbul akibat kesalahan prosedur dan pemilihan jenis cat. Jamur bukan hanya merusak tampilan cat, tetapi juga ketahanannya. Adanya Jamur ditandai dengan bintik – bintik hitam, abu – abu, coklat pada permukaan dinding

Dinding bisa di test untuk mengetahui bebas jamur atau tidak dengan cara meneteskan cairan pemutih baju. Jika cairan  bereaksi dan hilang maka kemungkinan besar jamur masih ada.  Selain itu bisa  menggunakan larutan khusus “fungicidal wash” atau larutan pemutih baju (1 bagian + 3 bagian air) untuk menghilangkan jamur. Caranya, gosokkan larutan pada bagian yang ditumbuhi jamur ( hati-hati gunakan sarung tangan karet dan kacamata pengaman). Diamkan  selama 24 jam, kemudian kerok dan bersihkan.

 Irman menambahkan, melapisi tembok dengan cat menjaga kesehatan, melindungi penghuni bangunan dari lembab, panas luar, serangga, dan virus. Dan yang tidak kalah penting, menambah nilai ekonomi sebuah bangunan serta  menurunkan biaya perawatannya. Jadi merawat tembok dan melapisi dengan cat berkualitas merupakan hal penting dan menjadi nilai tambah bagi bangunan.

Elvy   Yusanti
About Author

Elvy   Yusanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *