Sebelum dicat, Kenali Kondisi Tembok Rumah
Memiliki rumah dengan suasana yang nyaman dan sedap dipandang mata adalah dambaan setiap orang. Salah satu bagian yang penting adalah pemilihan cat tembok yang tidak saja terlihat apik tetapi mampu melindungi bagian dalam bangunan agar terbebas dari abrasi jamur atau benturan.
Mendekorasi ruangan interior dengan warna tembok yang cantik bisa disesuaikan dengan furnitur dan pernak – pernik rumah. “Pemilihan warna-warna cat ruangan dalam yang sesuai akan membentuk harmonisasi keindahan yang bisa membangun mood penghuninya,” ungkap Irman Choirudin, Branch Manager PT SEIV Indonesia.
Ruangan yang paling sering digunakan salah satunya ruang keluarga dan kamar tidur. Ruang keluarga adalah tempat bercengkerama anggota keluarga dan kamar tidur merupakan ruang privat yang mengutamakan ketenangan baik dalam pemilihan warna maupun penerangannnya.
“Karena termasuk ruangan yang sangat pribadi sehingga warna yang dipilih menyesuaikan dengan pemakainya agar memberikan efek psikologis yang sangat positif. Sudah seharusnya ruangan privat dibangun dengan suasana yang menenangkan dan membantu pemulihan kondisi badan yang lelah setelah seharian beraktifitas,” ungkap Irman.
Ada banyak pilihan warna untuk mengecat interior sesuai karakter dan selera penghuninya. Namun, yang tak kalah pentingnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu masalah-masalah saat pengecatan. Apa saja ya?
BLISTERING
Lapisan cat naik membentuk gelembung dari dasar permukaan yang disebabkan karena berkurang atau hilangnya daya rekat cat terhadap dinding. Penyebabnya bisa karena permukaan dinding saat dilakukan pengecatan lembab atau belum kering sempurna, banyak kotoran atau merembesnya uap air pada cat.
“Solusinya dinding dikerok lalu dibersihkan permukaan dari serbuk-serbuk kapur, lapisan minyak dan kotoran-kotoran yang masih tertinggal dengan sistem pembersihan dan melapisi dengan cat dasar,” ungkap Irman.
EFFLORESCENE
Efflourescence ditandai dengan dinding berkerak, tumpukan garam berwarna putih diatas permukaan dinding dengan pola bercak seperti rembesan air. Penyebabnya karena kurang sempurnanya persiapan permukaan pada saat pembersihan efflourescence yang sudah timbul sebelum aplikasi pengecatan.
“Jika penyebabnya adalah kondisi ruang yang lembab, sebaiknya memper-baiki sumber/penyebab lembab tersebut, mungkin ada genteng bocor, saluran air yang retak, ventilasi untuk daerah-daerah lembab seperti dapur, kamar mandi, dibuat sirkulasi udaranya lebih baik,” jelasnya.
FUNGUS
Jamur adalah masalah yang paling sering timbul akibat kesalahan prosedur dan pemilihan jenis cat. Jamur bukan hanya merusak tampilan cat, tetapi juga ketahanannya. Adanya Jamur ditandai dengan bintik – bintik hitam, abu – abu, coklat pada permukaan dinding
Dinding bisa di test untuk mengetahui bebas jamur atau tidak dengan cara meneteskan cairan pemutih baju. Jika cairan bereaksi dan hilang maka kemungkinan besar jamur masih ada. Selain itu bisa menggunakan larutan khusus “fungicidal wash” atau larutan pemutih baju (1 bagian + 3 bagian air) untuk menghilangkan jamur. Caranya, gosokkan larutan pada bagian yang ditumbuhi jamur ( hati-hati gunakan sarung tangan karet dan kacamata pengaman). Diamkan selama 24 jam, kemudian kerok dan bersihkan.
Irman menambahkan, melapisi tembok dengan cat menjaga kesehatan, melindungi penghuni bangunan dari lembab, panas luar, serangga, dan virus. Dan yang tidak kalah penting, menambah nilai ekonomi sebuah bangunan serta menurunkan biaya perawatannya. Jadi merawat tembok dan melapisi dengan cat berkualitas merupakan hal penting dan menjadi nilai tambah bagi bangunan.












